Trump Klaim Raja Charles III Mau Bantu AS Lawan Iran
Presiden AS itu mengklaim bahwa Raja Inggris Charles III bakal berada di pihaknya untuk menghadapi Iran dan isu Ukraina.
Donald Trump kembali memicu kontroversi diplomatik. Dalam pernyataan terbarunya, Rabu (29/4/2026), Presiden AS itu mengklaim bahwa Raja Inggris Charles III bakal berada di pihaknya untuk menghadapi Iran dan isu Ukraina.
"Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran," ujar Trump kepada wartawan dikutip Antara.
Tak tanggung-tanggung, Trump nampak percaya diri bahwa sang Raja lebih sejalan dengan Washington ketimbang pemerintahan Inggris saat ini.
Kepercayaan diri Trump itu ketika bertemu Raja Charles III saat mengunjungi Gedung Putih dalam misi kenegaraan, Selasa (28/4/2026).
Sentil Keir Starmer, Bandingkan dengan Churchill
Pernyataan Trump seperti serangan terbuka terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Kala itu, Trump terang-terangan meluapkan kekecewaannya atas sikap Starmer yang menolak terseret dalam konflik Iran.
Ia kemudian membandingkan kepemimpinan Starmer dengan tokoh legendaris Inggris.
"Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi," cetusnya.
Tak berhenti di situ, ia juga menyerang kebijakan migrasi dan energi yang diusung Starmer.
Ancam Tarik AS dari NATO
Ketegangan ini bukan tanpa konsekuensi. Trump mengonfirmasi bahwa dirinya tengah mempertimbangkan langkah ekstrem yakni menarik Amerika Serikat keluar dari NATO.
Keputusan ini dipicu oleh keengganan negara-negara Eropa untuk mengirimkan bantuan militer, termasuk kapal perang ke Selat Hormuz, guna menyokong aliansi AS-Israel melawan Iran.
Bagi Trump, sikap "lepas tangan" Eropa ini menjadi alasan kuat untuk meragukan komitmen pertahanan trans-atlantik yang telah terjalin puluhan tahun.