Tegas, Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan AS
Iravani menegaskan jika Washington memang benar menginginkan solusi diplomatik maka harus meninggalkan bahasa ancaman.
Ketegangan di Timur Tengah kembali terjadi. Kini, Iran menolak tegas bernegosiasi di bawah ancaman atau tekanan Amerika Serikat (AS).
Hal itu disampaikan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, pada Rabu (10/6).
"Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan," kata Iravani dalam sesi Dewan Keamanan PBB tentang Timur Tengah.
Iravani menegaskan jika Washington memang benar menginginkan solusi diplomatik maka harus meninggalkan bahasa ancaman dan berdialog dengan Iran atas dasar saling menghormati dan kesetaraan kedaulatan.
Sebelumnya pada hari yang sama, Axios melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan untuk membahas operasi serangan udara baru terhadap Iran setelah bersumpah untuk melanjutkan aksi permusuhan atas negosiasi yang macet.
Iran Harus Bayar
Trump mengatakan Iran harus membayar harga lantaran menunda pembicaraan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komando Pusat AS menginformasikan bahwa pasukan AS melakukan serangan terhadap Republik Islam sebagai tanggapan atas serangan terhadap helikopter Apache.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Kemudian, Iran menanggapi serangan brutal tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Selanjutnya pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, pembicaraan selanjutnya yang diadakan di Islamabad berakhir tanpa terobosan. Seperti dikutip Antara.