LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tak Ada Perayaan dan Keceriaan Hari Anak di Gaza, Mereka Hanya Berusaha Untuk Bertahan Hidup

Anak-anak yang hidup di daerah konflik tidak dapat merasakan kebahagiaan perayaan Hari Anak Sedunia 2024.

Kamis, 21 Nov 2024 10:34:00
jalur gaza
Seorang anak pengungsi Palestina membawa plastik besar untuk diisi dengan barang-barang yang ditemukan di tumpukan sampah, di kamp pengungsi al-Bureij di Jalur Gaza tengah pada 10 November 20 (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Ketika anak-anak di seluruh dunia merayakan Hari Anak Sedunia tahun ini, yang jatuh pada 20 November, anak-anak di Jalur Gaza, Palestina justru menjadi sasaran kekejaman pasukan Israel. Ribuan anak-anak Palestina di Gaza telah terbunuh sejak Israel melancarkan perang genosidanya.

UNICEF menyoroti penderitaan anak-anak Gaza dan dari negara yang dilanda konflik lainnya dalam refleksi Hari Anak Sedunia 2024. Menurut lembaga PBB tersebut, tidak semua anak di dunia dapat merasakan kebahagiaan dari perayaan ini.

"Hari Anak Sedunia seharusnya menjadi hari perayaan dan hari refleksi. Bagi anak-anak di Gaza dan Lebanon, hari mereka adalah tentang bertahan hidup, bukan perayaan," ungkap Juru Bicara UNICEF, James Elder, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Rabu (20/11).

Elder juga menyoroti sekitar 5 juta anak yang terdampak di Sudan, termasuk 1 juta anak di bawah usia lima tahun yang terpaksa mengungsi akibat konflik yang disertai dengan kekerasan.

Advertisement

"Di Ukraina, kami telah menyaksikan peningkatan serangan secara signifikan," tambahnya.

"Ini akan menjadi hari yang sangat, sangat berat."

Advertisement

Elder juga menekankan pentingnya peran pemimpin dunia dalam menangani isu-isu global, mulai dari perang hingga krisis kesehatan mental dan perubahan iklim. Hari Anak Sedunia, yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 1954, diperingati setiap tahun pada tanggal 20 November untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak, mempromosikan solidaritas internasional, serta mendorong tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Tanggal ini juga memperingati ulang tahun pengesahan Deklarasi Hak-Hak Anak pada tahun 1959 dan Konvensi Hak-Hak Anak pada tahun 1989. Namun, peringatan tahun ini diliputi oleh suasana duka, menyoroti penderitaan anak-anak yang terjebak dalam konflik dan krisis global.

Desak Pemimpin Global

Seorang anak pengungsi Palestina membawa plastik besar untuk diisi dengan barang-barang yang ditemukan di tumpukan sampah, di kamp pengungsi al-Bureij di Jalur Gaza tengah pada 10 November 20 © 2024 Liputan6.com

Elder mendesak para pemimpin dunia untuk menegakkan komitmen yang telah mereka buat berdasarkan hukum dan perjanjian humaniter internasional demi melindungi anak-anak serta memprioritaskan kesejahteraan mereka.

"Luangkan waktu 10 menit pada Hari Anak Sedunia untuk merenungkan apakah putri mereka yang berusia 7 tahun atau putra mereka yang berusia 15 tahun yang mengalami kengerian ini, dan bagaimana mereka kemudian akan menanggapi serta mungkin menggunakan posisi pengaruh mereka untuk menanggapi dengan tepat," tegasnya.

Sementara itu, krisis yang terjadi di Jalur Gaza, Lebanon, dan Sudan menjadi fokus perhatian media, UNICEF menekankan pentingnya untuk tidak melupakan semua perjuangan yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia.

"Ada anak-anak yang hidup dalam kemiskinan di Afrika Selatan, anak yatim piatu di Malawi, anak-anak yang harus bekerja di Bangladesh, dan krisis kesehatan mental di Sydney. Seorang anak adalah seorang anak, di mana pun mereka berada," kata Elder.

Advertisement

Elder menambahkan, individu yang memiliki pengaruh dalam komunitas dan keluarga pemerintah daerah perlu mengambil langkah pada Hari Anak Sedunia dan melihat tindakan apa lagi yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di sekitar mereka.

Berita Terbaru
  • Patroli Gabungan Bubarkan Tawuran Remaja Jaktim, Empat Pelaku Ditangkap
  • Jejak Purba di Goa Beloyot: Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Pengakuan Dunia
  • Disdag Mataram Ungkap Plastik Jadi Pemicu Kenaikan Harga Gula Mataram dan Minyak Goreng
  • Indonesia Perluas Autogate Imigrasi, Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Layanan Perbatasan
  • Bapanas Salurkan 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Sepanjang 2023-2025 untuk Stabilisasi Pangan
  • berita update
  • genosida di gaza
  • hari anak sedunia
  • jalur gaza
  • konten ai
  • lebanon
  • merdekaglobal
  • palestina
  • sudan
  • unicef
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
B
Reporter Benedikta Miranti T.V, Tanti Yulianingsih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.