Survei: Dua Pertiga Warga Inggris Ingin Netanyahu Ditangkap
Jajak pendapat terbaru di Inggris menyatakan mayoritas warga mendukung Palestina dan ingin Netanyahu ditangkap.
Survei terbaru dari LSM Action For Humanity bekerja sama dengan International Centre for Justice for Palestinians yang dilakukan oleh YouGov menyatakan lebih dari separuh warga Inggris menentang perang Israel di Gaza dan mayoritas menyebut Israel melakukan genosida.
Survei itu juga menyatakan hampir dua pertiga warga inggris (65 persen) ingin negaranya menerapkan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia mengunjungi Inggris.
Menurut LSM tersebut, hasil survei menunjukkan adanya “peningkatan tekanan publik untuk akuntabilitas hukum dan respons pemerintah yang tegas.”
Mengakui negara Palestina
Jajak pendapat itu dilakukan secara daring antara 4-5 Juni 2025, mengambil sampel 2.010 orang dewasa.
“Angka-angka tersebut telah diberi bobot dan mewakili semua orang dewasa Inggris yang berusia 18 tahun ke atas,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan pers, seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (19/6).
Selain itu, jajak pendapat ini mengungkapkan dukungan publik yang kuat di Inggris untuk segera mengakui negara Palestina. Dukungan tersebut secara khusus disampaikan di antara pemilih Partai Buruh.
Secara keseluruhan, 30 persen warga Inggris mendukung pengakuan Palestina sebagai negara merdeka, dibandingkan dengan hanya 10 persen yang menentang inisiatif tersebut.
Sebanyak 19 persen lainnya meyakini pengakuan itu akan datang pada akhirnya, ketika waktunya sudah tepat.
Di antara mereka yang memilih Partai Buruh dalam pemilihan umum 2024, dukungan bahkan menjadi lebih kuat: 43 persen mendukung pengakuan segera, 21 persen mendukung pengakuan pada tahap selanjutnya, dan hanya dua persen yang menentangnya secara langsung.
Dukungan untuk skema visa Gaza
Menurut jajak pendapat tersebut, para pemilih Partai Buruh juga menunjukkan perhatian kemanusiaan yang kuat bagi warga sipil yang terkena dampak perang di Gaza.
Jajak pendapat menyatakan 56 persen pemilih Partai Buruh 2024 mendukung skema visa kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Hal ini mirip dengan program “Homes for Ukraine” yang diluncurkan selama invasi Rusia ke Ukraina. Hanya 27 persen pemilih yang menentang skema ini.
“Meskipun ada misinformasi untuk menutupi kejahatan perang yang dilakukan di Gaza, masyarakat Inggris tidak tertipu,” kata Othman Moqbel, CEO Action for Humanity.
“Jelas bahwa mayoritas masyarakat di sini muak dengan tindakan Israel. Semakin banyak yang setuju bahwa ini jelas merupakan genosida.”
Menurutnya, jajak pendapat ini menunjukkan kegagalan pemerintah untuk mengakui kejahatan yang dilakukan di Gaza. Tidak hanya menempatkan mereka di sisi sejarah yang salah, tetapi juga menempatkan mereka di sisi yang salah saat ini.
Jonathan Purcell, pejabat senior urusan publik untuk Pusat Keadilan Internasional untuk Palestina, mengatakan “Kebijakan luar negeri Inggris seharusnya didasarkan pada kepatuhan terhadap kewajiban hukum internasional dalam kondisi apa pun. Tetapi jajak pendapat ini menunjukkan bahwa kebijakan semacam itu juga mendapat dukungan luas dari masyarakat.”
Reporter Magang: Devina Faliza Rey