Seorang Ayah di India Dibunuh karena Tak Terima Video Putrinya Diviralkan
Seorang ayah di India diserang sekelompok orang setelah memprotes video putrinya yang diunggah di dunia maya dan viral.
Seorang ayah di India diserang sekelompok orang setelah memprotes video putrinya yang diunggah di dunia maya dan viral. Menurut laporan polisi, video putri dari Melaji Vaghela itu viral setelah diunggah.
Kepolisian di negara bagian Gujarat telah menangkap tujuh orang yang diduga memukul anggota Pasukan Pengamanan Perbatasan itu hingga tewas.
Tersangka penganiayaan adalah anggota keluarga seorang remaja laki-laki yang dituding Vaghela mengunggah video putrinya.
Dikutip dari BBC, Selasa (27/12), istri dan seorang putra dari Vaghela terluka dalam serangan tersebut.
Menurut laporan polisi yang diajukan istri Vaghela, Manjula, serangan terjadi pada Sabtu malam di distrik Kheda, Gujarat.
Vaghela, Manjula, dua putra mereka dan keponakannya mendatangi rumah remaja laki-laki tersebut untuk memprotes soal video putrinya yang diunggah di media sosial. Sejumlah laporan berita menyebut video itu "cabul", tapi BBC belum bisa mengonfirmasi hal ini.
Pembicaraan kemudian berubah menjadi pertengkaran dan keluarga remaja laki-laki itu menyerang Vaghela dan keluarganya dengan tongkat kayu dan benda tajam.
Vaghela terluka parah dan tewas di tempat. Salah satu putranya dirawat di rumah sakit karena mengalami luka di kepala.
Polisi telah mengajukan dakwaan pembunuhan terhadap tujuh tersangka. Mereka telah ditahan pada Senin.
Baca juga:
Perempuan India Disekap dan Diperkosa Massal Enam Hari Gara-Gara Tagih Utang
Cahaya Misterius Muncul di Langit Kolkata India, Diduga UFO
Misteri Kalimat Sansekerta Berusia 2.500 Tahun Terpecahkan, Begini Isinya
Tentara India dan China Bentrok di Perbatasan Himalaya, Puluhan Orang Terluka
India Adili Pria yang Diduga 'Jual' 80 Perempuan Muslim di Dunia Maya
38 Tahun Lalu Pasukan India Tertimbun Salju, Tahun Ini Satu Jasad Tentara Ditemukan
Ular Ditemukan di Pesawat Air India Express Saat Mendarat di Dubai
India Penjarakan Seumur Hidup Dua Pemerkosa Turis Latvia