Sekjen NATO Puji Donald Trump Usai Serang Iran: Benar-Benar Luar Biasa
Rutte bahkan menyebut Trump berhasil membawa NATO ke titik sejarah baru.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah pesan pribadi penuh sanjungan dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang memujinya atas langkah tegas terhadap Iran dan perannya dalam memaksa negara-negara Eropa meningkatkan anggaran pertahanan.
Dalam pesan yang dibagikan Trump di media sosial, Rutte menulis, “Selamat dan terima kasih atas tindakan tegas Anda di Iran, itu benar-benar luar biasa, dan sesuatu yang tidak berani dilakukan orang lain. Itu membuat kita semua lebih aman.”
Rutte bahkan menyebut Trump berhasil membawa NATO ke titik sejarah baru. Dia menyebut, Trump akan lebih hebat dari Presiden AS sebelumnya.
“Anda akan mencapai sesuatu yang TIDAK bisa diselesaikan oleh presiden Amerika mana pun dalam beberapa dekade,” tulisnya, menyinggung keberhasilan Trump mendorong anggota NATO menyetujui target 5% dari PDB untuk pertahanan.
Pesan ini menuai perhatian karena nadanya yang sangat memuji, bahkan dinilai sebagian pihak sebagai 'menjilat'. Diduga, Rutte ingin menciptakan hubungan positif menjelang pertemuan puncak NATO di Den Haag.
"Donald, Anda telah membawa kita ke momen yang sangat, sangat penting bagi Amerika, Eropa, dan dunia. Anda akan mencapai sesuatu yang TIDAK bisa diselesaikan oleh presiden Amerika mana pun dalam beberapa dekade," tulis Rutte.
"Eropa akan membayar dengan cara yang BESAR, sebagaimana seharusnya, dan ini akan menjadi kemenangan Anda. Selamat dalam perjalanan dan sampai jumpa di makan malam Yang Mulia!"
Konfirmasi NATO
NATO mengonfirmasi bahwa pesan pujian penuh sanjungan dari Sekjen Mark Rutte kepada Donald Trump memang asli dan dikirim pada Selasa (24/6). Namun, aliansi itu enggan membeberkan detail teknis, termasuk platform apa yang digunakan untuk mengirim pesan tersebut.
Menariknya, dari tampilan font dan ikon dalam tangkapan layar unggahan Trump, pesan tersebut diduga dikirim via aplikasi terenkripsi Signal, yang memungkinkan pesan otomatis terhapus.
Signal sendiri pernah menjadi sorotan dalam skandal sebelumnya, saat Menteri Pertahanan Pete Hegseth dituduh menyebarkan informasi rahasia lewat aplikasi itu terkait serangan udara AS ke kelompok Houthi di Yaman. Waktu itu, Trump membela Hegseth sambil mengaku tak tahu apa itu Signal, namun menyarankan stafnya untuk tidak menggunakannya.
Gedung Putih memastikan bahwa pesan dari Rutte memang diterima Trump melalui perangkat resmi pemerintah, meski tak menjelaskan apakah itu dikirim lewat Signal atau platform lain. Misteri platform pengiriman ini pun menjadi sorotan baru di tengah pujian yang tak biasa dari seorang Sekjen NATO kepada mantan Presiden AS.
Bukan Pesan Pertama
Ini bukan pertama kalinya seorang pemimpin mengirim pesan kepada Trump yang kemudian dia sebarkan ke semua orang di media sosial.
Minggu lalu, Trump mengunggah di situs media sosialnya sebuah pesan teks pribadi dari Mike Huckabee, duta besar AS untuk Israel, yang merujuk kepada Tuhan sambil menyatakan bahwa Trump mendapatkan banyak nasihat tentang kebijakan Iran tetapi "hanya ada satu suara yang penting, suara-NYA."
"Saya percaya Anda akan mendengar dari surga dan suara itu jauh lebih penting daripada suara saya atau suara SIAPA PUN," tulis Huckabee, yang juga seorang pendeta Baptis.