Ramai-Ramai Pemenang Grammy Awards 2026 Protes ICE OUT Kompak Kenakan Pin Hitam
Pengunjung Grammy Award termasuk para pemenang kompak mengenakan pin hitam, bentuk protes terhadap aksi represif tentara ICE.
Ajang penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Awards ke-68, berubah menjadi arena demonstrasi politik yang panas. Grammy digelar Rabu (3/2) kemarin.
Alih-alih sekadar ucapan terima kasih kepada label rekaman atau keluarga, panggung kemenangan tahun ini didominasi oleh seruan kompak para musisi papan atas: "ICE OUT!" Bahkan, pengunjung yang hadir kompak mengenakan pin hitam sebagai bentuk aksi protes.
Slogan ini merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan deportasi massal yang dilakukan oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) di bawah pemerintahan Donald Trump. Suasana perlawanan terasa kental mulai dari karpet merah hingga pidato kemenangan di atas panggung.
Bad Bunny: "Kami Bukan Alien!"
Momen paling mengguncang terjadi saat Bad Bunny mencetak sejarah dengan memenangkan Album of the Year lewat karya berbahasa Spanyol miliknya. Dalam pidato kemenangannya, penyanyi asal Puerto Rico ini menolak berbicara bahasa Inggris di awal dan memilih menyampaikan pesan berapi-api.
"Sebelum saya berterima kasih kepada Tuhan, saya ingin mengatakan: ICE out!" teriaknya yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin. Ia melanjutkan dengan menepis stigma negatif terhadap imigran: "Kami bukan orang liar, kami bukan hewan, kami bukan alien. Kami manusia dan kami orang Amerika!", dikutip cbsnews.com.
Billie Eilish: Pin Protes dan Sensor TV
Billie Eilish, yang memenangkan Song of the Year, tampil dengan pernyataan visual yang mencolok. Di gaunnya tersemat pin besar bertuliskan ICE OUT. Saat menerima piala, Billie menyampaikan kalimat yang sangat tajam hingga sempat terkena sensor di siaran televisi.
"Tidak ada manusia yang ilegal di atas tanah curian," ujarnya dengan suara bergetar, merujuk pada sejarah tanah Amerika dikutip dari tribune.com. Ia kemudian menutup pidatonya dengan umpatan kasar yang ditujukan langsung kepada lembaga imigrasi tersebut, "F*** ICE," yang meski disensor di TV, klip aslinya viral seketika di media sosial.
Kehlani dan Olivia Dean: Serangan Verbal & Emosional
Penyanyi R&B Kehlani mengambil pendekatan tanpa basa-basi. Mendedikasikan kemenangannya untuk para imigran yang hidup dalam ketakutan, ia menutup pidato singkatnya dengan tegas: "Saya akan tinggalkan panggung ini dengan mengatakan: F*** ICE. Memalukan jika kita diam saja."
Sementara itu, Olivia Dean, pemenang Best New Artist asal Inggris, menyentuh hati penonton dengan mengingatkan bahwa Amerika dibangun oleh para pendatang. "Saya berdiri di sini sebagai cucu seorang imigran. Orang-orang itu layak dirayakan, bukan diusir," ucapnya.
Trevor Noah: Sindiran Greenland & Pulau Epstein
Tak hanya soal ICE, sang pembawa acara Trevor Noah juga ikut memanaskan suasana dengan lelucon satir yang menyerang personal Trump. Noah menyindir ambisi Trump membeli Greenland dengan mengaitkannya pada skandal Jeffrey Epstein.
"Kalian dengar Trump mau beli Greenland lagi? Itu karena pulau Epstein sudah tidak ada, jadi dia butuh tempat baru buat nongkrong bareng teman-teman lamanya," canda Noah dikutip dari theguardian.com.
Lelucon ini dianggap sangat berani karena langsung menyinggung dugaan kedekatan elit politik dengan lingkaran predator seks yang belakangan kembali ramai dibahas.
Kasus Agen ICE
Aparat Imigrasi Federal atau biasa disebut agen ICE manjadi sorotan. Usai aksi salah satu agennya yang menembak mati seorang perempuan di kota Minneapolis, Rabu (7/1) lalu.
Aksi ini dekat dari lokasi kematian seorang laki-laki bernama George Floyd di tahun 2020 di tangan 4 polisi.
Reporter Magang: Muhammad Naufal Syafrie