Raja Salman Undang 1.000 Warga Palestina Korban Perang Gaza Naik Haji Gratis 2025
Raja Salman mengundang 1.000 warga Palestina, keluarga korban perang Gaza, untuk menunaikan ibadah haji gratis pada tahun 2025 sebagai bentuk dukungan moral.
Raja Salman dari Arab Saudi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Palestina yang terdampak konflik dengan Israel. Terbaru, Raja Salman mengundang 1.000 warga Palestina untuk menunaikan ibadah haji secara gratis pada tahun 2025. Undangan ini secara khusus ditujukan kepada keluarga korban yang meninggal maupun terluka akibat perang di Gaza, termasuk para pejuang dan tawanan.
Inisiatif mulia ini merupakan bagian dari "Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji dan Umrah", sebuah program yang dikelola langsung oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada umat Muslim dari berbagai negara untuk menunaikan ibadah haji dan umrah dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman.
Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi menyatakan telah menyiapkan rencana komprehensif untuk memastikan kelancaran perjalanan ibadah haji bagi para jemaah Palestina. Rencana ini mencakup berbagai aspek, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air.
Bentuk Solidaritas dan Dukungan Moral
Keputusan Raja Salman untuk mengundang 1.000 warga Palestina menunaikan ibadah haji gratis ini dipandang sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral yang sangat berarti. Di tengah konflik yang berkepanjangan dan penderitaan yang dialami warga Palestina, bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan dan harapan.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), Raja Salman secara langsung mengeluarkan perintah kerajaan terkait penjamuan 1.000 jemaah haji asal Palestina ini. Perintah tersebut menegaskan pentingnya memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban konflik sebagai wujud kepedulian Kerajaan Arab Saudi terhadap isu kemanusiaan.
Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji dan Umrah sendiri telah berjalan sejak tahun 1997. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 64.000 jemaah dari berbagai negara untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.