Pengungsi Suriah diserang di Cologne akibat isu pelecehan seksual
Mereka jadi kambing hitam usai polisi tetapkan 18 imigran sebagai tersangka pelecehan seksual malam tahun baru
Sekelompok pemuda menyerang pengungsi Suriah di Kota Cologne, Jerman, imbas dari perdebatan soal isu pelecehan seksual wanita saat malam tahun baru. Kebanyakan warga meyakini laporan korban dan polisi yang menyudutkan imigran asal Timur Tengah. Lebih-lebih saat polisi menetapkan 18 pencari suaka sebagai tersangka pelecehan tersebut.
Kantor berita AFP melaporkan, Senin (11/1), pria Suriah berusia 39 tahun menjadi korban kebencian yang meningkat di Cologne. Dia dikeroyok lima pemuda kulit putih setempat. Di lokasi berbeda, sekolompok pemuda Pakistan yang sedang kongkow juga diserang 15 warga kulit putih. Para korban menderita luka ringan.
Sedangkan beberapa jam sebelumnya, polisi membubarkan pawai kelompok anti-imigran (PEGIDA) yang memprotes aparat karena gagal menghentikan pelecehan seksual terhadap 120 perempuan saat malam tahun baru. Unjuk rasa kelompok nasionalis dan rasis ini berakhir ricuh ketika peserta demo melemparkan petasan dan botol ke arah pos polisi.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas mengatakan siapapun pelaku pelecehan seksual disertai perampokan itu akan dihukum. Jika mereka terbukti imigran yang baru datang, maka selain penjara akan ada tambahan sanksi deportasi.
Lebih jauh, Maas menduga aksi para pelaku pelecehan seksual itu terkoodinasi. Ada ratusan serangan yang terjadi di pelbagai sudut Kota Cologne saat tahun baru. Jumlah tersangka sejauh ini 31 orang dan bisa terus bertambah.
"Mengingat jumlah orang yang berkumpul dan melakukan tindak kejahatan, aksi itu semestinya sudah direncanakan," kata Maas.
Ada 516 laporan yang masuk ke Polisi Cologne terkait insiden kejahatan terhadap perempuan pada malam tahun baru. Diperkirakan 40 persen mencakup pelecehan seksual.
Insiden malam tahun baru itu menjadi bahan amunisi kelompok oposisi untuk menyerang kebijakan Kanselir Angela Merkel. Atas perintah Merkel, Jerman menampung 1,1 juta imigran tahun lalu, kebanyakan pengungsi asal Suriah.
"Inilah yang kita dapatkan bila membuka pintu imigrasi tanpa pemeriksaan lebih lanjut," seperti dikutip dari pernyataan tertulis Partai Alternatif Jerman (AfD) yang berhaluan nasionalis.
Baca juga:
Ratusan imigran Arab lecehkan wanita saat pesta tahun baru di Jerman
Bila terbukti lecehkan perempuan, imigran Arab di Jerman dideportasi
18 Pencari suaka resmi jadi tersangka pelecehan seksual Cologne
PM Kanada mengutuk serangan terhadap pengungsi Suriah