Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bila terbukti lecehkan perempuan, imigran Arab di Jerman dideportasi

Bila terbukti lecehkan perempuan, imigran Arab di Jerman dideportasi Kanselir Jerman Angela Merkel . REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengaku marah mendengar kabar pelecehan massal terhadap perempuan saat perayaan tahun baru di Kota Cologne. Dia menolak secara terbuka menyalahkan imigran dari kebangsaan tertentu sebagai pelakunya. Namun Merkel mengakui, bahwa kemungkinan besar pelaku pelecehan adalah imigran atau pencari suaka yang baru saja tiba di Jerman.

"Serangan terhadap perempuan tempo hari sekaligus merupakan serangan terhadap kebersamaan di negara kita," kata Merkel seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (8/1).

Pemerintah Jerman mendesak kepolisian mengungkap siapa saja pelaku pelecehan serta perampokan perempuan itu. Informasi awal menunjukkan ada 300-an tersangka, diduga kuat mayoritasnya adalah imigran asal Timur Tengah.

Seandainya rumor bahwa pelaku adalah pencari suaka yang baru saja tiba di Jerman itu terbukti, Merkel berjanji mengusir para pelaku. Kepolisian kini sedang mencari tahu, kenapa selain di Cologne, ada serangan serupa di kota lain selama perayaan tahun baru.

Di Cologne, kasus pelecehan disertai perampokan dilaporkan oleh 90 perempuan. Dalam waktu bersamaan, Kepolisian Hamburg menerima 53 aduan dari perempuan yang mengaku dilecehkan imigran.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP