LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Peneliti Ungkap Makhluk Laut Ini Terlihat dari Luar Angkasa

Ilmuwan mengatakan panjang makhluk laut ini dapat mencapai 8.850 kilometer dan memiliki berat sekitar 37,5 juta ton.

Kamis, 16 Okt 2025 14:55:00
unik
Sebuah kapal kargo melintas di depan rumput laut terapung yang dikenal sebagai sargassum yang mempengaruhi Pelabuhan San Souci, di sebelah muara sungai Osama di Santo Domingo, Republik Domini (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Fenomena alam ini kini menjadi perhatian utama para ilmuwan di seluruh dunia. Sabuk rumput laut cokelat raksasa yang dikenal sebagai Great Atlantic Sargassum Belt saat ini membentang di Samudra Atlantik dan bahkan dapat terlihat dari luar angkasa. Pertama kali terdeteksi pada tahun 2011, rumput laut sargassum ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Panjangnya mencapai 8.850 kilometer dengan berat sekitar 37,5 juta ton, hampir dua kali lipat lebar benua Amerika, seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Rabu (15/10/2025).

Rumput laut ini membentang dari pantai barat Afrika hingga Teluk Meksiko, menciptakan pita cokelat raksasa di permukaan laut. Awalnya, sargassum hanya tumbuh di Laut Sargasso, tetapi kini telah menyebar luas ke lautan terbuka. Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa pertumbuhan yang masif ini disebabkan oleh peningkatan kadar nitrogen dan fosfor di laut akibat pencemaran dari sektor pertanian, limbah, dan pembuangan sampah.

Dampak Positif dan Negatif

Walaupun demikian, sabuk raksasa ini memiliki sisi positif. Sargassum menciptakan ekosistem yang kompleks bagi berbagai jenis hewan laut, termasuk ikan, kepiting, udang, belut, hingga penyu. Namun, dampak negatif yang ditimbulkan tidak bisa diabaikan. Sabuk yang membentang ribuan kilometer ini dapat menghalangi sinar matahari yang diperlukan oleh terumbu karang untuk melakukan fotosintesis, merusak area penyerapan karbon alami, dan ketika membusuk, melepaskan gas beracun seperti hidrogen sulfida dan metana.

Advertisement

Saat mencapai garis pantai, dampaknya dapat mengganggu sektor pariwisata, perikanan, dan bahkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa dengan meningkatnya suhu laut setiap tahun, sabuk sargassum yang raksasa ini kemungkinan akan terus berkembang pesat dan dapat menyebabkan dampak lingkungan yang sulit diprediksi di masa depan.

Advertisement
Berita Terbaru
  • Petani di OKI Bunuh Tetangga Gara-Gara Pondok Ponakan Dibongkar, Mayat Korban Dibuang Buat Hilangkan Jejak
  • Ini Isi Lengkap 14 Poin Kesepakatan Damai antara AS dan Iran
  • BTN Kolaborasi dengan Rumah123, Listing Rumah Kini Bisa Diakses di Bale by BTN
  • Program MBG Coret 76 Sekolah di Jawa, Ini Alasannya
  • Dirut BEI Terpilih Jeffrey Hendrik Bidik Bursa Indonesia Naik Kelas ke Level Global
  • berita paham
  • ilmuwan
  • luar angkasa
  • sains
  • unik
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
I
Reporter Indra Cahya Vanleon, Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.