LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pemukim Israel Ancam dan Takut-Takuti Anak-Anak Palestina dengan Boneka Berdarah

Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat sekitar dua pekan terakhir.

Senin, 30 Okt 2023 19:16:00
palestina
Pemukim Israel Ancam dan Takut-Takuti Anak-Anak Palestina dengan Boneka Berdarah (merdeka.com)
Advertisement

Boneka ini disebar di sekolah di Tepi Barat, disertai selebaran berisi ancaman, membuat anak-anak takut.

Pemukin Israel takuti anak-anak ddi Tepi Barat dengan boneka berdarah. © Media Sosial/Middle East Eye

Pemukim Israel Ancam dan Takut-Takuti Anak-Anak Palestina dengan Boneka Berdarah

Pemukim Israel di Tepi Barat menyebarkan selebaran ancaman di mobil dan meninggalkan boneka berlumuran darah di sekolah, memperingatkan warga Palestina untuk pergi atau dibunuh.

Sumber: Middle East Eye

Pemukin Israel takuti anak-anak ddi Tepi Barat dengan boneka berdarah. © Media Sosial/Middle East Eye

Boneka-boneka tersebut ditinggalkan di sebuah sekolah Badui yang dirusak, dan selebaran peringatan ‘Nakba (Bencana) besar’ adalah bagian dari serangkaian serangan pemukim Israel yang semakin meningkat sejak dimulainya perang.

Foto: Media sosial/Middle East Eye

"Demi Tuhan, kami akan segera menimpa kepala kalian dengan bencana besar. Kalian memiliki kesempatan terakhir untuk melarikan diri ke Yordania dengan cara yang terorganisir," kata salah satu selebaran yang diedarkan pada Jumat di kota Salfit, Tepi Barat.

“Setelah itu, kami akan menghancurkan setiap musuh dan dengan paksa mengusir kalian dari tanah suci kami. Segera kemasi tas kalian dan pergi dari mana pun kalian berasal. Kami akan datang.”

Advertisement
Israel Bom Masjid di Tepi Barat © 2023 maverick

Selebaran tersebut juga memberikan peringatan tentang "Nakba besar" yang baru, mengacu pada pengusiran 750.000 warga Palestina dari tanah air mereka pada tahun 1948 ketika zionis membentuk negara Israel.

Di wilayah pendudukan Al-Ma'rajat dekat Jericho, boneka-boneka berwarna merah yang terlihat seperti darah ditinggalkan di pintu masuk sebuah sekolah setelah pemukim merusaknya. Hal ini untuk menakut-nakuti anak-anak di sekolah tersebut.

Sebelum serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober, para pemukim terus mengganggu dan menyerang warga Palestina setiap hari di bawah perlindungan tentara Israel. Tindakan ini semakin meningkat dalam 20 hari terakhir.

Advertisement

Ancam Petani Zaitun

Di kota Deir Istiya, sebelah barat Salfit, para petani zaitun telah terbiasa dengan serangan tahunan selama musim panen.

Namun tahun ini, jurnalis lokal Abdel Qader Aql mengatakan kepada Middle East Eye, para pemukim jauh lebih aktif dan tampaknya merencanakan serangan mereka sebagai balas dendam atas serangan Hamas.

“Minggu ini saja, terjadi lebih dari 10 serangan terhadap petani, ancaman, teriakan, intimidasi, dan pengusiran terhadap petani dari lahannya,” ujarnya.

Seorang petani mengalami luka setelah dipukul kepalanya oleh seorang pemukim dengan tongkat.

“Dia pingsan, dan saat bangun, dia mendapati penjaga pemukiman mengancamnya dengan pisau,” kata Aql.

Para petani zaitun di kota yang sama terkejut saat menemukan selebaran yang ditempel di jendela mobil mereka bertuliskan: “Jika kalian menginginkan perang, tunggulah hingga ada pengungsian.”

“Mereka juga menyebar foto-foto keluarga yang sedang memanen zaitun dan menghasut mereka tanpa alasan. Karena ancaman ini, masyarakat mulai berkumpul di lahan mereka secara berkelompok untuk melindungi diri sendiri,” kata Aql.

Sumber: Middle East Eye

Di daerah Al-Ma'rajat, tempat para pemukim menyerang Sekolah Arab Al-Kaabna dan meninggalkan boneka-boneka berlumuran cat mirip darah, aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa komunitas Badui sering kali menjadi sasaran serangan karena tujuan pemukim adalah untuk mengusir penduduk dan merebut tanah mereka.

Advertisement

Hassan Malihat dari Organisasi Al-Baidar untuk Membela Hak-Hak Badui mengungkapkan, kelompok pemukim secara berulang kali menyerang masyarakat dengan maksud mengusir mereka dan merampas tanah mereka.

Pada Kamis malam, Malihat mengatakan para pemukim melemparkan batu ke rumah-rumah penduduk di komunitas tempat tinggal 1.200 warga Palestina, dan mereka juga menyita ternak mereka.

“Serangan terhadap orang-orang Arab Kaabna sering terjadi, dan mereka telah melaporkannya kepada polisi Israel tetapi tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Berita Terbaru
  • Kecelakaan Maut di Tol Lima Puluh-Indrapura, Empat Tewas dan Belasan Orang Luka-Luka
  • Ada Kemiripan Atur Strategi Investasi dengan Bermain Game
  • Wapres Gibran Dukung Penuh Hilirisasi Sagu Asmat, Dorong Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan
  • Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat
  • Wakil Ketua DPRD Soroti Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Parigi Moutong di Penas KTNA Saat Bencana Melanda
  • israel
  • konflik israel-palestina
  • palestina
  • tepi barat
  • tepi barat palestina
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
H
Reporter Hari Ariyanti
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.