Pakistan Tuding India Dalang Bom Bunuh Diri di Balochistan Sehari Sebelum Perang Pecah
Kedua negara yang dulunya satu wilayah ini tengah dalam keadaan perang. India menyerang Pakistan pada Rabu (7/5) dini hari.
Tujuh tentara Pakistan tewas dalam serangan bom pinggir jalan di provinsi Balochistan pada 6 Mei 2025. Militer Pakistan langsung menuding India sebagai dalang di balik serangan mematikan tersebut, menyatakan bahwa kelompok Baloch Liberation Army (BLA), yang disebut sebagai "proksi India," bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti yang diajukan untuk mendukung klaim serius tersebut.
BLA adalah salah satu dari beberapa kelompok pemberontak yang beroperasi di Balochistan, wilayah kaya mineral yang menjadi tuan rumah proyek infrastruktur utama China, termasuk Pelabuhan Gwadar, dikutip dari The Cradle, Rabu (7/5).
Insiden ini terjadi sehari sebelum India menyerang negara tetangganya tersebut dengan rudal pada Rabu (7/5) dini hari. Pakistan mengklaim serangan tersebut membunuh delapan warga sipil, termasuk anak-anak. Islamabad juga mengatakan telah menembak jatuh lima jet tempur India sebagai balasan atas serangan Rabu pagi.
India sebelumnya telah menuduh Pakistan terlibat dalam serangan penembakan di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India pada 22 April lalu, yang menewaskan 26 orang. Tuduhan ini dibantah keras oleh Pakistan. Pakistan bahkan meminta penyelidikan internasional untuk mengungkap dalang di balik peristiwa tersebut.
Pada 29 April, Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan "kebebasan operasional penuh" kepada militer untuk melakukan pembalasan. Ia memimpin pertemuan tingkat tinggi dengan para kepala pertahanan dan keamanannya, yang mengisyaratkan bahwa tanggapan militer dapat segera dilakukan. Modi berjanji untuk mengejar para penyerang dan sponsor mereka "sampai ke ujung bumi," sebuah pernyataan yang secara luas ditafsirkan sebagai peringatan bagi Pakistan.
Sebagai tanggapan, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan Islamabad telah memperkuat posisi militernya, memperingatkan akan adanya serangan India yang "akan segera terjadi". Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan pejabat tinggi mengunjungi markas besar badan mata-mata ISI untuk meninjau keamanan nasional.