Media Israel Sebut Hacker Iran Bocorkan Email Mantan Kepala Mossad, Isinya Banyak Informasi Rahasia
Kelompok peretas Iran Handala mengumumkan mereka berhasil membobol email mantan Kepala Mossad Tamir Pardo.
Media Israel Haaretz mengungkap peretas yang terkait dengan Iran dilaporkan telah membobol akun email mantan kepala Mossad, Tamir Pardo, dan mengungkap data pribadi sensitif, dokumen internal, serta draf surat yang mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi peretasan yang dikaitkan dengan kelompok berafiliasi dengan intelijen Iran itu mengungkap berbagai materi, termasuk kontrak pribadi, briefing media, hingga draf buku. Selain itu, korespondensi yang bocor juga memberikan gambaran tentang perbedaan pandangan di dalam kepemimpinan Israel.
Dilansir Ansarollah, Senin (30/3), salah satu temuan paling mencolok adalah draf surat tahun 2018 yang ditujukan kepada mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, dengan label “tidak untuk dipublikasikan.” Dalam dokumen tersebut, Pardo dilaporkan menuduh Netanyahu merusak upaya membangun aliansi regional melawan Iran.
Dokumen Bocoran Ungkap Kritik terhadap Netanyahu
Menurut Haaretz, surat tersebut tampaknya disusun bersama mantan petinggi militer Israel, Moshe Ya’alon dan Dan Halutz, sebagai bagian dari upaya sejumlah pejabat senior untuk menantang kebijakan Netanyahu di Gaza, termasuk keputusan terkait Hamas dan transfer dana dari Qatar.
Para peretas mengklaim bahwa kebocoran ini juga mencakup referensi terhadap operasi rahasia Mossad serta dugaan rencana pembunuhan.
Meski sebagian besar dokumen yang bocor berasal dari periode 2016 hingga 2024, laporan tersebut memperingatkan adanya implikasi keamanan serius akibat terbukanya data pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, pola perjalanan, hingga jaringan profesional.
Bagian dari Respons Iran
Menurut Haaretz, penilaian keamanan internal Israel sebelumnya telah memperingatkan bahwa Iran berupaya mengumpulkan profil intelijen rinci terhadap target potensial melalui data semacam ini. Kekhawatiran meningkat setelah sejumlah warga Israel ditangkap dalam beberapa tahun terakhir karena diduga bekerja sama dengan pihak Iran.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kampanye siber ini kemungkinan merupakan bagian dari respons Iran terhadap pembunuhan sejumlah pejabat senior Iran dalam konflik terbaru.
Kelompok peretas yang diidentifikasi sebagai Handala disebut telah melakukan serangkaian operasi siber besar. Pekan lalu, mereka juga mempublikasikan materi yang diklaim berasal dari akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
Kampanye Siber Lebih Luas Targetkan Pejabat Israel
Menurut Haaretz, kebocoran ini merupakan bagian dari kampanye siber Iran yang lebih luas terhadap Israel, yang mencakup puluhan serangan terhadap institusi pemerintah dan pejabat tinggi.
Handala secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas peretasan tersebut. Dalam pernyataannya di situs web, kelompok itu menyebut akun Patel telah diakses dan kini ia “masuk dalam daftar korban peretasan yang berhasil.”
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini juga merilis data dalam jumlah besar dari berbagai peretasan, termasuk dokumen kepolisian, identitas personel intelijen dan angkatan udara, serta data dari basis data kesehatan. Mereka juga dilaporkan mengakses komunikasi dan daftar kontak milik mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, mantan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, serta kepala staf Netanyahu.
Pejabat siber Israel menyatakan bahwa Iran terus meningkatkan investasi dalam operasi siber sebagai pelengkap upaya militernya, termasuk upaya meretas sistem pengawasan dan merekrut agen untuk melakukan serangan di wilayah Palestina yang diduduki.