LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Marak Pengkhianatan, Presiden Ukraina Pecat Tiga Kepala Keamanan

Sejak pertengahan Juli lalu Zelenskyy mulai getol menindak lembaga intelijen negara. Kala itu dia juga memberhentikan kepala intelijen Ivan Bakanov, wakilnya, dan empat kepala kantor cabang intelijen.

2022-08-16 15:05:00
Ukraina
Advertisement

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemarin memecat tiga kepala kantor cabang intelijen (SBU). Sebelumnya Zelenskyy juga sudah memecat kepala intelijennya dengan alasan pengkhianatan.

Kepala intelijen di Kiev, Lviv dan Ternopol dipecat melalui dekrit presiden. Seorang kepala intelijen baru di Kiev sudah ditunjuk tapi dua orang lagi pengganti di Lviv dan Ternopol belum diungkap.

Dilansir laman Russia Today, Senin (15/8), sejak pertengahan Juli lalu Zelenskyy mulai getol menindak lembaga intelijen negara. Kala itu dia juga memberhentikan kepala intelijen Ivan Bakanov, wakilnya, dan empat kepala kantor cabang intelijen. Dia juga memecat jaksa Agung Irina Venediktova. Zelenskyy mengklaim serangkaian pemecatan ini adalah karena maraknya "pengkhianatan" di bawah kepemimpinan orang-orang yang dipecat itu.

Advertisement

Langkah Zelenskyy ini mendapat sorotan negatif dari pemerintah Amerika Serikat yang selama ini mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia. Menurut media AS, pejabat Gedung Putih secara pribadi mengatakan ada gelombang ketidakpercayaan di Whasington terhadap kepemimpinan Zelenskyy.

Bukan hal aneh bagi pejabat Ukraina meragukan kesetiaan warganya di tengah konflik dengan Rusia.

Gubernur Nikolaev Vitaly Kim menyiratkan dia akan melakukan penguncian di ibu kota wilayahnya untuk mencari orang-orang yang bersimpati pada Rusia.

Advertisement

Baca juga:
Rusia Mulai Kekurangan Pasukan di Ukraina?
Zelenskyy Ungkap Perang Ukraina Bisa Berakhir dengan Satu Syarat
Rusia Hancurkan Ratusan Roket Buatan Amerika di Ukraina
Dikorupsi, 70 Persen Senjata Barat yang Dikirim ke Ukraina Tidak Sampai ke Tentara
Korea Utara Tawari Rusia 100 Ribu Relawan untuk Bertempur di Ukraina

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.