Rusia Mulai Kekurangan Pasukan di Ukraina?
Merdeka.com - Perang Rusia-Ukraina sudah hampir memasuki enam bulan dan ada indikasi Kremlin mulai kehabisan pasukan.
Salah satu laporan mengungkapkan, otoritas regional di Rusia sedang melakukan kampanye untuk merekrut tentara sukarelawan, tetapi upaya itu tidak banyak menarik perhatian. Demikian dilaporkan laman BBC, Kamis (11/8).
Menurut situs web independen Rusia Mediazona, setidaknya 25 wilayah Rusia saat ini mencoba membentuk batalyon sukarelawan.
"Pemerintah setempat berusaha keras dalam mempromosikan batalyon serta melaporkan mengenai mereka di media, tetapi hasil dari upaya mereka gagal menarik perhatian masyarakat," kata Mediazona.
Pemerintah daerah menawarkan imbalan besar untuk mereka yang mau bertempur di Ukraina, tetapi hanya beberapa orang yang dapat dikumpulkan, sebut laporan itu.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan batalyon sukarelawan yang diumumkan di seluruh Rusia kemungkinan akan membentuk sebagian besar korps tentara baru.
Namun, "mengingat tingkat antusiasme masyarakat yang sangat rendah untuk menjadi sukarelawan untuk pertempuran di Ukraina", mungkin akan sulit bagi Rusia untuk menemukan jumlah pasukan yang dibutuhkan, kata militer Inggris.
Beberapa media independen Rusia pekan lalu mengatakan perusahaan militer swasta yang dikenal dengan nama Wagner berusaha merekrut sukarelawan untuk Ukraina di antara narapidana di penjara Rusia.
Reporter Magang: Gracia Irene
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya