LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kunjungan Presiden Israel Picu Kerusuhan di Australia

Ratusan demonstran ditangkap saat melakukan protes terhadap kedatangan presiden Israel.

Selasa, 10 Feb 2026 12:57:00
israel
Presiden Israel Isaac Herzog (kanan) bersama istrinya, Michal Herzog (kedua dari kanan), mengunjungi Pantai Bondi, lokasi terjadinya penembakan massal pada Desember 2025, di Sydney, Australia (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Pada hari Selasa, 10 Februari 2026, para pemimpin Australia meminta agar situasi tetap tenang dan mengimbau agar demonstrasi dilaksanakan secara damai setelah terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di Sydney.

Bentrokan tersebut terjadi saat ribuan orang menggelar protes atas kedatangan Presiden Israel, Isaac Herzog, ke Australia. Menurut pihak kepolisian, sebanyak 27 orang telah ditangkap, di mana 10 di antaranya diduga melakukan serangan terhadap petugas.

Kekerasan berlangsung pada malam hari, 9 Februari, ketika polisi berusaha membubarkan kerumunan yang berkumpul di sekitar Balai Kota Sydney. Di sisi lain, para pengunjuk rasa, termasuk seorang anggota parlemen dari oposisi, mengklaim bahwa mereka menjadi korban dari tindakan kekerasan aparat.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam terhadap insiden tersebut dan menegaskan kembali pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara yang damai.

Advertisement

"Warga Australia menginginkan dua hal. Mereka tidak ingin konflik dibawa ke negara ini. Mereka ingin pembunuhan dihentikan, baik yang menimpa warga Israel maupun warga Palestina," ungkap Albanese dalam wawancara dengan stasiun radio Triple M, seperti yang dilaporkan oleh CNA.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan dari aksi protes tidak akan tercapai melalui kekerasan, tetapi justru akan terganggu oleh peristiwa semacam itu. Di sisi lain, Polisi Negara Bagian New South Wales menyatakan bahwa tidak ada laporan mengenai korban luka serius akibat bentrokan yang terjadi.

Advertisement

Polisi Diberikan Otoritas Khusus

Presiden Israel Isaac Herzog (kanan) bersama istrinya, Michal Herzog (kedua dari kanan), mengunjungi Pantai Bondi, lokasi terjadinya penembakan massal pada Desember 2025, di Sydney, Australia © 2026 Liputan6.com

Pada hari Senin, ribuan orang berkumpul di pusat Kota Sydney untuk mengadakan protes terhadap kunjungan Herzog. Kunjungan ini terjadi tidak lama setelah tragedi penembakan massal yang menewaskan 15 orang dalam sebuah acara keagamaan Yahudi di Bondi Beach pada bulan Desember lalu.

Dalam rangka menjaga keamanan selama aksi tersebut, polisi diberikan kewenangan khusus yang jarang dipakai. Kewenangan ini mencakup perintah untuk memindahkan massa, membatasi akses ke area tertentu, serta melakukan pemeriksaan kendaraan. Namun, upaya hukum yang diajukan untuk menentang pembatasan tersebut ditolak oleh pengadilan Sydney pada hari yang sama. Herzog sendiri tidak berada di lokasi saat unjuk rasa berlangsung.

Rekaman dari televisi menunjukkan beberapa demonstran berusaha menerobos barikade yang didirikan oleh polisi, sementara petugas berusaha mengendalikan situasi dengan memukul mundur massa. Beberapa orang tampak tergeletak di tanah ketika polisi berusaha menahan mereka. Selain itu, aparat juga menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan yang ada.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Chris Minns, membela tindakan kepolisian dengan menyatakan bahwa petugas di lapangan harus membuat keputusan cepat dalam situasi yang tegang dan mudah memanas. Ia juga mengimbau semua pihak untuk tetap tenang,

“Saya memahami adanya kritik terhadap Kepolisian New South Wales, tetapi perlu saya tegaskan bahwa mereka berada dalam situasi yang sangat sulit,” ujarnya dalam konferensi pers.

Namun, kelompok Palestine Action Group Sydney menyatakan bahwa para demonstran tidak dapat meninggalkan lokasi protes karena dikepung oleh polisi dari semua sisi. Mereka menuduh aparat mulai menyerang massa dengan kuda, menyemprotkan merica secara sembarangan, serta memukul dan menangkap peserta aksi.

Abigail Boyd, anggota parlemen dari Partai Hijau, mengaku mengalami kekerasan saat berusaha meninggalkan lokasi unjuk rasa, “Lengan dan bahu saya sangat sakit akibat pukulan itu. Saya benar-benar masih syok,” ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu, Asisten Komisaris Peter McKenna menegaskan bahwa tindakan polisi sudah tepat dan dilakukan dengan penuh pengendalian diri.

“Polisi melakukan apa yang perlu dilakukan, yakni mempertahankan garis pengamanan lalu mendorong massa mundur dengan tujuan membubarkan mereka,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa menghadapi massa yang marah dan melakukan kekerasan bukanlah situasi yang diinginkan bagi para petugas.

Advertisement

Di sisi lain, pimpinan Palestine Action Group Sydney, Josh Lees, mengumumkan bahwa para pendukung kelompok tersebut akan mengadakan aksi lanjutan di luar markas besar kepolisian di Sydney pada malam Selasa sebagai respons terhadap bentrokan yang terjadi sehari sebelumnya.

Berita Terbaru
  • Jangan Diabaikan, Ini Tanda-Tanda Gusi Tidak Sehat yang Sering Tak Disadari
  • BGN Pastikan Sekolah Kaya Tak Lagi Terima Program Makan Bergizi Gratis
  • Sudewo Jalani Masa Tahanan Titipan di Rutan Semarang, Belum Bisa Dijenguk
  • Didier Deschamps soal Pesaing Prancis di Piala Dunia 2026: Inggris Punya Tuchel, Spanyol Sulit Dihentikan
  • Bikin Gaduh di Bandara Bali, WN Arab Saudi Langsung Dideportasi
  • australia
  • israel
  • konten ai
  • liputan6
  • palestina
  • pm australia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.