KTT Tokoh Agama Sepakat untuk Memberdayakan Pemuda dan Memanfaatkan Teknologi AI
Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin agama dari berbagai negara, termasuk utusan Tahta Suci Vatikan, Pater Markus Solo atau Padre Marco.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Tokoh Agama Sedunia yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia menghasilkan beberapa kesepakatan penting. Salah satu poin utama yang disepakati adalah perlunya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan masyarakat dan mencegah penyalahgunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
KTT yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 ini merupakan hasil kerja sama antara Liga Muslim Dunia yang berkantor pusat di Riyadh, Arab Saudi, dengan Pemerintah Malaysia.
Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin agama dari berbagai negara, termasuk utusan Tahta Suci Vatikan, Pater Markus Solo atau Padre Marco.
Dalam forum tersebut, Padre Marco diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya pada sesi yang bertema Youth Empowerment atau pemberdayaan kaum muda. Hal ini disampaikan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (19/6).
Berdasarkan pernyataan akhir konferensi, para peserta sepakat bahwa generasi muda harus dilibatkan secara lebih luas dalam proses pembangunan masyarakat dan bangsa. Mereka juga menekankan pentingnya menyiapkan kaum muda melalui pendidikan, pembinaan moral dan keagamaan, serta penguatan ilmu pengetahuan.
Selain itu, deklarasi bersama juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman dan mengambil tanggung jawab dalam proses pengembangan diri.
Para tokoh agama juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi dan mengingatkan bahwa perlunya pendampingan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam penggunaan teknologi yang dapat merusak tatanan sosial, termasuk penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).
Dalam konteks ini, pendidikan dan pendampingan generasi muda dinilai sebagai tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, para pemimpin agama didorong untuk mengambil langkah nyata di komunitas masing-masing guna membekali kaum muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sultan Perak Hadir dalam Acara
KTT tersebut dihadiri oleh Sultan Perak, Perdana Menteri Malaysia, dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia. Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi tuan rumah forum ini selama masa kepemimpinan Perdana Menteri yang sekarang.
Delegasi Indonesia juga hadir dalam konferensi ini, termasuk Ketua dan Wakil Ketua MPR, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi). Setelah mengikuti KTT, Padre Marco melanjutkan kunjungan silaturahmi ke Masjid Raya Negeri Sabah yang terletak di Kota Kinabalu.
Kunjungan tersebut meliputi dialog dan diskusi mengenai peluang kerja sama, serta jamuan makan bersama pengurus masjid. Dalam keterangannya, Padre Marco menyatakan bahwa masyarakat Muslim di Sabah memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat Muslim di Indonesia, terutama dalam hal sikap yang ramah, terbuka, dan santun.
Ia juga menyoroti penggunaan bahasa Melayu-Indonesia selama dialog yang memperkuat komunikasi dan kedekatan budaya antara kedua negara. Menurutnya, kebersamaan dalam dialog dan makan bersama menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama dan budaya, yang dapat mempererat hubungan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.