Korea Utara Negara Pertama Akui Aneksasi Rusia di 4 Wilayah Ukraina
Sebelumnya Rusia melakukan referendum di 4 wilayah Ukraina, yaitu Lugansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Perhitungan suara pun menunjukkan mayoritas penduduk di 4 wilayah itu ingin bergabung dengan Rusia.
Korea Utara menjadi satu-satunya negara di dunia yang mendukung aneksasi 4 wilayah Ukraina oleh Rusia. Meski Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lain menyebut tindakan Rusia itu ilegal, namun Korea Utara tetap memberikan dukungan kepada keputusan Putin.
“Kami menghormati keinginan penduduk yang bercita-cita menuju integrasi ke Rusia… dan mendukung sikap pemerintah Rusia untuk menjadikan wilayah-wilayah yang disebutkan di atas sebagai komponen Rusia,” jelas pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara, seperti dikutip dari laman The New York Times, Rabu (5/10).
Sebelumnya Rusia melakukan referendum di 4 wilayah Ukraina, yaitu Lugansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Perhitungan suara pun menunjukkan mayoritas penduduk di 4 wilayah itu ingin bergabung dengan Rusia.
Namun negara-negara Barat memandang referendum itu palsu. AS pun mengecam tindakan Rusia menganeksasi 4 wilayah itu.
Tapi bagi Korea Utara, kecaman AS adalah bentuk campur tangannya kepada urusan dalam negeri negara lain, tindakan sewenang-wenang, dan menggunakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mempertahankan kekuasaannya.
Jumat lalu, DK PBB mengeluarkan resolusi untuk menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara karena masih mengembangkan nuklir. Di hari yang sama, DK PBB juga mengeluarkan resolusi untuk mengutuk aneksasi yang dilakukan Rusia. Namun Rusia memveto resolusi itu.
Sebelumnya, Korea Utara, bersama Eritrea, Suriah, dan Belarus mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Bahkan pada Maret lalu, 4 negara itu tidak mendukung resolusi PBB yang mengutuk invasi Rusia.
AS dan sekutunya pun mencari-cari kesalahan negara-negara yang mendukung Rusia, seperti Korea Utara yang dituduh AS mengirim senjata artilerinya kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina.
Meski dianggap sebagai negara yang sering memprovokasi dan mengancam keamanan Asia Timur, seperti peluncuran rudal kemarin yang melewati langit Jepang, namun Korea Utara dijatuhi sanksi yang lebih sedikit dibandingkan sanksi yang diterima Rusia.
Rusia pun tetap membantu Korea Utara untuk bertahan di tengah sanksi-sanksi, seperti pada 2017 ketika Rusia memveto resolusi PBB yang ditujukan untuk memperketat sanksi kepada Korea Utara sebagai hukuman atas peluncuran rudal balistik antarbenua.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
Baca juga:
Elon Musk Usulkan Poin-Poin Syarat untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Wajah Putin Semringah usai Caplok 4 Wilayah Ukraina
Uni Eropa Larang Tisu Toilet Asal Rusia
Putin Akui Kemerdekaan Zaporozhye dan Kherson, Bekas 2 Wilayah Ukraina
AS dan Sekutu Siapkan Strategi Hadapi Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Nuklir
Trump Tawarkan Diri Jadi Ketua Tim Negosiasi Damai Rusia-Ukraina
Putin Sebut Petani Termasuk yang Ikut Wajib Militer untuk Berperang di Ukraina