Elon Musk Usulkan Poin-Poin Syarat untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Merdeka.com - Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk mengusulkan sejumlah poin sebagai syarat untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Miliarder itu mengusulkan, pemilu baru diselenggarakan di empat wilayah yang baru-baru ini menggelar referendum dan memilih bergabung dengan Rusia yaitu Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Di samping itu, Musk mengusulkan agar Ukraina tetap netral dan berhenti mengklaim Krimea merupakan wilayahnya.
Poin-poin tersebut diunggah Musk di akun Twitternya pada Senin (3/10).
"Rusia menggelar ulang pemilihan (referendum) di daerah-daerah yang dicaplok di bawah pengawasan PBB," ujarnya, seraya menambahkan Moskow harus menarik diri dari daerah-daerah tersebut jika warga memilih demikian, dikutip dari laman Russia Today, Selasa (4/10).
Dia juga mengatakan, Krimea akan dideklarasikan secara resmi sebagai bagian dari Rusia, karena daerah itu telah menjadi bagian Soviet sejak 1783, tapi kemudian Perdana Menteri Soviet, Nikita Khrushchev memberikan semenanjung itu kepada Ukraina pada 1954. Menurut Musk, keputusan Khrushchev itu salah.
Musk kemudian mengatakan Ukraina harus bersikap netral dan menjamin pasokan air ke Krimea. Ukraina menghentikan pasokan airnya ke Krimea pada 2014 setelah daerah itu dicaplok kembali oleh Rusia. Setelah invasi Rusia pada 24 Februari, pasokan air kembali dibuka.
Pekan lalu, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mengajukan diri memimpin negosiasi damai antara Rusia-Ukraina. Berdasarkan sejumlah unggahannya di platform media sosial Truth Social, Trump menyinggung soal kebocoran saluran pipa gas Nord Stream sembari menawarkan ide terkait negosiasi damai tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya