Kopilot Germanwings Andreas Lubitz punya sakit mata
Penyakitnya itu diduga bisa mengancam karirnya sebagai pilot.
Kopilot pesawat Germaniwngs yang menabrak Pegunungan Alpen, Prancis, Selasa lalu diketahui tengah mencari pengobatan bagi kedua matanya. Penyakitnya itu diduga bisa mengancam karirnya sebagai pilot.
Dua penyelidik dalam kasus jatuhnya Germanwings mengatakan itu kemarin.
Sebelumnya pihak berwenang juga menyatakan pria berusia 27 tahun itu punya masalah psikologis dan menyembunyikan kondisi medisnya kepada perusahaan tempat dia bekerja, seperti dilansir the Times of Israel, Ahad (29/3).
Polisi menemukan obat-obatan khusus ketika menggeledah apartemennya pada Kamis lalu.
Namun belum diketahui seberapa paraha sakit matanya sehingga bisa mempengaruhi kondisi psikologisnya.
Lubitz berada di ruang kokpit sendirian ketika pesawat Airbus A320 dengan 150 penumpang itu menabrak Pegunungan Alpen dalam perjalanan dari Barcelona, Spanyol, menuju Dusseldorf, Jerman. Rekaman suara kokpit menunjukkan pilot sengaja dihalangi masuk setelah keluar sebentar untuk ke toilet.
Dalam kasus ini jaksa asal Prancis mengatakan Lubitz secara sengaja menabrakkan pesawat itu ke Alpen sehingga pesawat hancur berkeping-keping dan seluruh penumpang tewas.
Pihak penyelidik dari Jerman dan Prancis, serta badan penerbangan sipil kini tengah mencari jawaban mengapa Lubitz sengaja menabrakkan pesaat itu ke gunung.
Lubitz sampai sekarang masih menjadi tersangka tunggal penyebab pesawa itu jatuh.
Baca juga:
Andreas Lubitz ingin dikenang dengan jatuhkan Germanwings
Belum termasuk ganti rugi, korban Germanwings dapat Rp 700 juta
Andreas Lubitz patah hati sebelum insiden Germanwings
Gara-gara Andreas Lubitz, kini pilot tak boleh sendirian di kokpit
Evakuasi berjalan, Prancis dibanjiri keluarga korban Germanwings
Germanwings dan Lufthansa tidak punya standar tes psikologi pilot
Detik-detik sebelum pesawat Germanwings jatuh menurut rekaman CVR