Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Germanwings dan Lufthansa tidak punya standar tes psikologi pilot

Germanwings dan Lufthansa tidak punya standar tes psikologi pilot Puing Germanwings. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan penerbangan Lufthansa dan anak perusahaan tersebut, Germanwings, tidak memiliki standar tetap atas hasil tes psikologi pilot pesawat mereka. Perusahaan tersebut menganggap mereka hanya menggunakan jasa para pilotnya saja, tanpa mengetahui lebih lanjut kondisi kejiwaan si pilot.

Perusahaan ini sedang menjadi sorotan dunia lantaran kecelakaan pesawat mereka pada 24 Maret yang menewaskan 150 orang. Disebut-sebut, ko-pilot mereka, Andreas Lubitz dengan sengaja menabrakkan pesawat ke Pegunungan Alpen.

Lubitz bergabung dengan Germanwings sejak September 2013 dan telah memiliki jam terbang sebanyak 630 jam. Hingga sebelum kecelakaan, dia masih berlatih di pusat penerbangan Lufthansa di Bremen, Jerman.

"Dia masih termasuk junior, namun memiliki semua yang diperlukan oleh pilot senior, seperti sertifikasi dan kualifikasi pilot untuk dapat menerbangkan pesawat sendiri," kata Jaksa Kota Marseille, Brice Robin.

Robin menyebutkan Lubitz lolos tes medis, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya tanda-tanda dia mengalami serangan jantung atau penyakit lainnya dalam rekaman CVR yang ditemukan tim pencari.

Teman-teman Lubitz juga tidak melihat tanda-tanda tidak beres dalam psikologi mereka. Mereka justru mengatakan Lubitz orang terbuka.

Dalam rekaman kotak hitam pesawat Germanwings, suara desahan napas Lubitz terdengar normal dan teratur. Begitu pula saat pesawat menukik tajam dari ketinggian.

"Dia masih hidup saat pesawat itu akan jatuh," ujar Robin. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP