Andreas Lubitz patah hati sebelum insiden Germanwings
Merdeka.com - Surat kabar Jerman, Bild, melaporkan bahwa kopilot Germanwings, Andreas Lubitz, patah hati seminggu sebelum insiden di Alpen. Pria 28 tahun itu kini jadi tersangka utama penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan 144 orang dan enam kru itu.
"Pasangan ini seharusnya menikah tahun depan," tulis Bild seperti dilansir the Independent, Sabtu (28/7).
Seminggu sebelum insiden nahas tersebut, dikabarkan hubungan mereka retak. Polisi Jerman kini mendalami motif tersebut. Petugas sudah mengangkut pelbagai bukti dari kediamannya di Kota Montabaur. Termasuk sebuah komputer yang berisi data-data pribadi Lubitz.
"Penyidik mengumpulkan semua bukti yang bisa membuktikan motif patah hati ini," kata sumber Bild.

"Kami telah menemukan seuatu untuk diuji perihal motif kesengajaan kopilot Germanwings tersebut, tapi kita belum bisa mengatakn hal itu untuk saat ini mengenai petunjuk yang signifikan," ungkap Markus Niesczery, seoarang satuan kepolisian Dusseldorf saat dikonfirmasi terpisah.
Lubitz bergabung dengan Germanwings sejak September 2013. Dia baru memiliki pengalaman 630 jam terbang. Hingga sebelum kecelakaan, dia masih berlatih di pusat penerbangan Lufthansa di Bremen, Jerman.
Asosiasi Pilot Jerman mengkritik pernyataan jaksa Prancis yang menyalahkan Lubitz. Tudingan bahwa kopilot bunuh diri atau sengaja menjatuhkan pesawat dinilai terlalu prematur. Alasannya, analisis CVR dan data penerbangan di kotak hitam secara komprehensif paling cepat tuntas delapan bulan lagi.
"Kita seharusnya tidak meloncat langsung pada kesimpulan dengan data yang masih minim," kata Presiden Asosasi Pilot Jerman, Ilja Schulz.
Federasi Pilot Internasional turut mengecam otoritas Prancis dan Jerman yang menyudutkan Lubitz. "Pemerintah kedua negara ingin dapat jawaban cepat, bukan jawaban yang sebenarnya atas insiden Germanwings," kata James Phillip, selaku pengurus persatuan pilot dunia.
Pada konferensi pers dua hari lalu, hasil analisis rekaman CVR menunjukkan kokpit dikunci jelang jatuhnya pesawat.
Pilot Patrick S pada rekaman itu menggedor-gedor pintu karena panik. Di kokpit hanya ada Lubitz, yang kemudian mengubah kendali pesawat jadi manual.
Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu lantas menabrak Pegunungan Alpen di Prancis. Pesawat menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya