Kongres AS Ungkap Donald Trump Habiskan Rp94 Triliun selama 2 Hari Serang ke Iran
Kongres Amerika Serikat meminta klarifikasi mengenai jumlah besar dana yang telah digunakan untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah mengeluarkan amunisi senilai sekitar USD 5,6 miliar, yang setara dengan sekitar Rp94,9 triliun, dalam dua hari pertama dari operasi militer terhadap Iran.
Informasi ini disampaikan dalam laporan kepada komite Kongres Amerika Serikat, menurut sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut.
Nilai konversi ini dihitung menggunakan kurs sekitar Rp16.950 per dolar AS, berdasarkan situs konversi uang Wise.
Pengeluaran yang signifikan dalam waktu singkat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota Kongres, yang menilai bahwa konflik yang dimulai pada 28 Februari bersama sekutu utama AS, Israel, berpotensi menguras persediaan militer Amerika Serikat di tengah kemampuan produksi industri pertahanan yang terbatas.
Beberapa anggota parlemen berpendapat bahwa perang ini dapat mempercepat habisnya stok senjata dan amunisi, sementara industri pertahanan masih berjuang untuk memenuhi permintaan yang tinggi.
Dikutip dari laman Straits Times, Rabu (11/3/2026), Trump diketahui telah bertemu dengan para eksekutif dari tujuh perusahaan kontraktor pertahanan pada 6 Maret untuk mengantisipasi kekurangan persediaan.
Pertemuan ini dilakukan ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat, atau Pentagon, berupaya mempercepat produksi dan pengisian kembali stok amunisi.
Hingga saat ini, pemerintah AS belum mengumumkan secara resmi total biaya operasi militer yang dilaksanakan bersama Israel tersebut.
Kongres Tuntut Penjelasan
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat Amerika Serikat menuntut adanya transparansi yang lebih besar dari pemerintah terkait operasi militer tersebut.
Mereka meminta pejabat pemerintah untuk memberikan kesaksian terbuka di Kongres mengenai berbagai isu, termasuk dampak konflik terhadap kesiapan militer AS dalam mempertahankan negara.
Pemimpin mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menegaskan pentingnya penjelasan publik dari pemerintah.
"Ketika menyangkut pengiriman anggota militer kita ke medan perang, rakyat Amerika perlu memahami alasannya. Tetapi saat ini mereka bahkan tidak memiliki alasannya. Itu harus diubah," ujar Schumer dalam pidatonya saat membuka sidang Senat pada 10 Maret.
Beberapa staf Kongres memperkirakan bahwa Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan tambahan anggaran perang kepada parlemen.
Sejumlah pejabat memperkirakan bahwa permintaan tersebut dapat mencapai USD 50 miliar, atau sekitar Rp847 triliun, meskipun ada juga yang menilai angka tersebut masih terlalu rendah mengingat skala konflik yang sedang berlangsung.