Kim Jong-un Pamer Proyek Pertanian Raksasa di Wilayah Perbatasan China
Kim Jong Un membangun lahan pertanian berkapasitas besar di Korea Utara untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor makanan.
Pada Minggu, 1 Februari 2026, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, meresmikan kompleks pertanian rumah kaca terbesar di negara tersebut. Dalam acara peresmian yang berlangsung di Sinuiju, sebuah kota yang berbatasan dengan China, Kim berjanji akan menciptakan fasilitas rumah kaca yang "terbesar dan tercanggih di dunia".
Laporan dari media pemerintah, yang dikutip oleh NK News, menyebutkan bahwa acara ini menjadi momen penting bagi perkembangan pertanian di Korea Utara.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Kim telah membuka Pertanian Rumah Kaca Gabungan Sinuiju dan Pusat Penelitian Ilmu Sayuran Sinuiju, yang dibangun di beberapa pulau di Sungai Yalu.
Dalam pidatonya, Kim menyatakan bahwa Partai Buruh Korea (WPK) berambisi untuk melampaui negara lain tidak hanya dalam hal skala, tetapi juga dalam metode budidaya sayuran di rumah kaca. Ia menekankan bahwa proyek ini bertujuan untuk "meningkatkan secara radikal produksi sayuran rumah kaca nasional" dan akan terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan rakyat "tanpa penundaan".
Menurut KCNA, Kim memberikan pujian kepada para ilmuwan dan teknisi yang terlibat dalam proyek ini karena berhasil menekan biaya produksi dan konsumsi melalui penerapan sistem produksi terintegrasi berbasis teknologi cerdas. Sistem ini diklaim dapat memberikan efisiensi dan keuntungan yang signifikan.
Namun, proyek ini juga melibatkan mobilisasi besar-besaran tenaga kerja muda. Kim menyanjung ribuan anggota liga pemuda dan prajurit wajib militer yang dikerahkan ke lokasi, menyebut mereka memiliki "keyakinan teguh pada sosialisme, kepercayaan diri terhadap masa depan, dan kecintaan pada negara".
Kim sebelumnya menyatakan bahwa generasi muda harus rela melepaskan "mimpi pribadi" demi proyek pembangunan nasional dan penugasan di luar negeri. Perayaan peresmian di Sinuiju juga diwarnai dengan sesi foto massal, di mana Kim dilaporkan mengambil sedikitnya 13 foto kelompok terpisah. Setiap foto melibatkan ribuan pekerja konstruksi muda dan tentara yang berdiri di tribun terbuka dalam suhu di bawah nol derajat Celsius selama proses persiapan dan pengambilan gambar yang berlangsung lama.
Pembangunan kompleks rumah kaca Sinuiju dimulai pada Februari 2024. Proyek ini membentang sekitar 13 kilometer dan mencakup sekitar 1.830 hektare rumah kaca yang terletak di Pulau Wihhwa dan Taji. Sebagai bagian dari proyek ini, pemerintah juga membangun jembatan kereta api dan jalan raya baru yang menghubungkan pulau-pulau tersebut, yang menunjukkan komitmen Korea Utara untuk meningkatkan sektor pertanian dan infrastruktur mereka.
Usaha dari Pyongyang.
Kompleks pertanian Sinuiju, termasuk pusat risetnya, diklaim memiliki luas sekitar 35 persen lebih besar dibandingkan dengan gabungan tiga proyek rumah kaca besar yang sebelumnya dipimpin oleh Kim, yaitu Jungphyong (2019), Ryonpho (2022), dan Kangdong (2024).
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Pyongyang aktif membangun rumah kaca sebagai langkah untuk meningkatkan pasokan sayuran dan memperkuat ketahanan pangan, terutama setelah menghadapi siklus kekurangan pangan yang berulang kali terjadi.
Proyek ini juga berhubungan dengan upaya rekonstruksi setelah bencana. Pada tahun 2024, Kim Jong-un memerintahkan pembangunan kompleks apartemen baru di Pulau Sinuiju dan Kabupaten Uiju setelah daerah tersebut mengalami banjir besar akibat badai pada bulan Juli. Dalam peresmian yang berlangsung akhir pekan ini, Kim berjanji bahwa banjir serupa tidak akan terulang, dengan menyebut tanggul sungai yang baru dibangun sebagai "bendungan kokoh" yang mampu menahan banjir terberat sekalipun.
Sebuah monumen di lokasi proyek rumah kaca Sinuiju menyebutkan bahwa fasilitas ini adalah "hadiah" bagi Kongres Partai Buruh Korea ke-9, menandakan bahwa pembangunan dan peresmian fasilitas tersebut harus selesai sebelum kongres yang diperkirakan berlangsung dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan.
Hingga saat ini, Korea Utara belum mengumumkan rencana untuk mengundang pengamat asing guna menilai operasional seluruh rumah kaca di kompleks tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Pyongyang hanya mengundang tamu dari negara-negara sekutu politik seperti Rusia dan Tiongkok untuk mengunjungi proyek rumah kaca lainnya.
Pada bulan November lalu, Korea Utara juga mengirim delegasi ahli pertanian ke Rusia, yang diduga berkaitan dengan persiapan pembukaan fasilitas Sinuiju dan pusat penelitiannya. Langkah ini menunjukkan bahwa negara tersebut terus berusaha memperkuat sektor pertaniannya dengan memanfaatkan kerjasama internasional, meskipun masih dalam konteks hubungan yang terbatas dengan negara-negara lain. Upaya ini mencerminkan komitmen Korea Utara untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperbaiki kondisi pertanian di dalam negeri.