Kemlu RI Pulangkan 78 WNI dari Nepal Imbas Demo Besar Antipemerintah
Kemlu RI berhasil memulangkan 78 WNI dari Nepal menyusul kerusuhan besar.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah berhasil menuntaskan proses pemulangan 78 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Nepal. Langkah ini diambil menyusul gejolak protes besar anti-pemerintah dan kerusuhan yang melanda negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Pemulangan WNI dari Nepal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warga negaranya di luar negeri.
Tim perlindungan WNI Kemlu, bekerja sama erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka yang merangkap Nepal, secara intensif memantau situasi. Mereka juga memfasilitasi kepulangan para WNI yang sebagian besar berada di Nepal untuk kunjungan singkat. Proses evakuasi ini dilakukan secara bertahap menggunakan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu.
Proses pemulangan 78 WNI berhasil dipulangkan dari Nepal ini dimulai sejak 11 September 2025 dan dijadwalkan selesai sepenuhnya pada 18 September 2025. Seluruh WNI yang dipulangkan adalah mereka yang berada di Nepal untuk tujuan konferensi internasional atau wisata. Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden kerusuhan tersebut.
Proses Pemulangan Bertahap dan Terkoordinasi
Pemulangan WNI dari Nepal dilakukan secara sistematis dan bertahap guna memastikan kelancaran serta keamanan setiap individu. Pada Kamis, 11 September 2025, sebanyak 18 WNI pertama berhasil kembali ke Tanah Air. Kemudian, pada Jumat, 12 September 2025, giliran 22 WNI lainnya yang dipulangkan, diikuti oleh 17 WNI pada Sabtu, 13 September 2025.
Hingga Minggu, 14 September 2025, total 74 WNI telah tiba di Indonesia melalui berbagai penerbangan komersial. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyatakan bahwa dua WNI lainnya dijadwalkan pulang pada Senin, 15 September 2025. Dua WNI terakhir direncanakan kembali pada Kamis, 18 September 2025, menandai berakhirnya proses pemulangan.
"Dengan demikian hingga Kamis mendatang, diharapkan total 78 WNI yang melakukan kunjungan singkat ke Nepal sudah dapat dipulangkan ke tanah air," ujar Judha Nugraha. Tim perlindungan WNI Kemlu bersama KBRI Dhaka aktif menyisir lokasi konsentrasi WNI seperti Soaltee Hotel, Tibet Hotel, kawasan Thamel, dan Boudhanath untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
Komunikasi intensif juga terus dijalin antara KBRI Dhaka dan WNI yang berada di Nepal. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai situasi keamanan dan membantu koordinasi proses kepulangan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan warga negaranya di tengah kondisi darurat.
Kondisi WNI dan Situasi Terkini di Nepal
Kemlu RI menegaskan bahwa seluruh WNI yang berada di Nepal dalam kondisi baik dan tidak ada yang menjadi korban akibat kerusuhan. "Jadi, dapat kami sampaikan tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dari kerusuhan Nepal," kata Judha Nugraha. Pernyataan ini memberikan ketenangan bagi keluarga WNI di Tanah Air.
Dari total 134 WNI yang berada di Nepal saat kerusuhan, sebanyak 56 orang memilih untuk tetap tinggal. Mereka adalah penduduk tetap Nepal dan memiliki ikatan keluarga di sana, sehingga tidak termasuk dalam daftar pemulangan. Keputusan ini dihormati oleh pemerintah Indonesia, yang tetap memantau kondisi mereka.
Situasi keamanan di Nepal sendiri dilaporkan berangsur pulih setelah pencabutan jam malam (curfew) dan beroperasinya kembali layanan transportasi umum. Pemulihan ini terjadi menyusul dilantiknya Perdana Menteri Interim Sushila Karki pada Jumat malam, 11 September 2025. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya pemerintah Nepal untuk mengembalikan stabilitas.
Aktivitas masyarakat di Kathmandu mulai kembali normal, termasuk pusat perbelanjaan, pertokoan, dan destinasi wisata. Meskipun demikian, aparat militer dan kepolisian masih terlihat berjaga di sejumlah titik strategis. Kemlu RI bersama KBRI Dhaka terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi.
Imbauan Perjalanan dan Kewaspadaan bagi WNI
Meskipun situasi di Nepal mulai membaik, Kemlu RI tetap mengimbau WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Nepal untuk mempertimbangkan kembali. Atau, lebih baik menunda keberangkatan hingga kondisi benar-benar pulih dan aman sepenuhnya. Kewaspadaan adalah kunci utama dalam perjalanan internasional.
Kemlu juga mengingatkan seluruh WNI yang bepergian ke luar negeri untuk selalu memperhatikan kondisi keamanan negara tujuan. Informasi terkini mengenai situasi politik, sosial, dan keamanan dapat diakses melalui berbagai sumber resmi. Hal ini penting untuk menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.
Selain itu, WNI diimbau untuk melaporkan diri melalui aplikasi Safe Travel yang disediakan oleh Kemlu RI. Aplikasi ini memungkinkan pemerintah untuk melacak keberadaan WNI dalam keadaan darurat dan memberikan bantuan yang diperlukan. Pelaporan diri adalah langkah proaktif demi keamanan pribadi.