LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Isu SARA memanas di Myanmar, pagoda dibangun dekat gereja & masjid

Kerusuhan bisa pecah kapan saja, karena pagoda dibangun tanpa izin. Pastur gereja minta semua pihak menahan diri

2016-04-28 13:07:41
Myanmar
Advertisement

Umat Kristen di Myanmar ramai menggunjingkan pembangunan pagoda raksasa berlokasi dekat gereja di Kabupaten Hpa-an, Provinsi Karen. Tak berapa lama, proyek pembangunan pagoda merambah hingga di dekat desa Hlaingbwe, lokasi masjid jami umat muslim setempat.

Penduduk beragama Kristen yang paling tersulut emosinya, karena para pekerja pagoda sengaja memasang bendera-bendera Buddhis di tanah gereja tanpa izin. Tindakan itu dinilai provokasi serius.

Pastur Saw Stylo, pemimpin Gereja Anglikan di Karen, meminta umat Kristen serta muslim berusia muda untuk menahan diri. Tensi sosial begitu tinggi sehingga dikhawatirkan rentan terjadi kerusuhan.

Advertisement

"Anak-anak muda, entah mereka Buddha, muslim, atau kristen, tolong jangan terpicu melakukan pelanggaran hukum," kata Stylo seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (28/4).

Pembangunan pagoda itu digagas oleh biksu Myaing Kyee Ngu, tokoh Buddhis berpengaruh di provinsi Karen. Pemerintah dan parlemen setempat telah mengirim surat kepada Kyee Ngu, meminta proyek pagoda ini dihentikan sementara agar situasi sosial tidak memanas.

Toleransi umat beragama di Myanmar selama beberapa tahun belakangan masih dipenuhi saling curiga, kendati junta militer sudah menarik diri dari pemerintahan. Di era represif 90-an, pemerintah sengaja mendiskriminasi umat beragama minoritas, baik Kristen, Islam, maupun agama lainnya, lalu menganakemaskan penganut Buddha.

Advertisement

Dampak kebijakan represif itu terasa sampai sekarang, ketika mayoritas umat Buddha menganggap penganut agama lain sebagai ancaman. Merujuk sensus delapan tahun lalu, penganut Kristen ditambah muslim di Myanmar hanya mencapai empat persen dari populasi.

Pemerintah Myanmar sebetulnya menggelar sensus pada 2014, namun data penganut agama tidak diumumkan. Kabarnya ada kenaikan jumlah penganut agama samawi di beberapa provinsi. Informasi itu dikhawatirkan bisa memicu kemarahan warga mayoritas, terutama dari kalangan garis keras Buddhis.

"Pemerintahan kini sudah berubah. Saya berharap ada perubahan yang terjadi dalam kehidupan beragama," kata Stylo, menyitir kemenangan partai pimpinan Aung San Suu Kyi.

Umat Kristen di Karen selama bertahun-tahun mengeluhkan penghinaan dan diskriminasi oleh mayoritas Buddhis. Tekanan sosial itu dulu dibekingi tentara.

Sedangkan umat muslim cenderung sudah menahan diri dalam kasus kali ini. Posisi umat Islam lebih rentan, setelah pada 2012 lalu terjadi kerusuhan bermotif SARA di provinsi Rakhine. Warga Buddha menyasar penduduk Rohingya. Ratusan warga tewas, terutama dari Rohingya. Selanjutnya 10 ribu warga etnis minoritas beragama Islam itu terpaksa kabur ke luar negeri.

Baca juga:
Perang etnis kembali meletus di Myanmar, 3.000 orang kabur
Partai Aung San Suu Kyi menang, Rohingya pesimis nasibnya berubah
Politik Myanmar memanas, gedung partai berkuasa dikepung tentara
Dilarang jadi presiden, Aung San Suu Kyi yakin rebut pemerintahan
Biksu radikal Myanmar kecam PBB dan media asing karena pro-Rohingya
Ini tentara pemberontak Kokang pemicu serangan Myanmar ke China

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.