Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politik Myanmar memanas, gedung partai berkuasa dikepung tentara

Politik Myanmar memanas, gedung partai berkuasa dikepung tentara Markas partai penguasa di Myanmar dikepung tentara. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasukan militer Myanmar sejak Rabu (12/8) malam waktu setempat diperintahkan mengepung markas partai berkuasa, Partai Serikat Solidaritas Pembangungan (USDP) di Ibu Kota Naypyidaw. Pihak partai menyebutkan penjagaan ketat menyebabkan tidak satupun orang yang dibolehkan keluar atau masuk markas USDP.

"Beberapa truk tentara dan polisi disiagakan sejak pukul 10 malam waktu setempat, kita tidak diizinkan bergerak kemanapun," ucap seorang anggota partai Maung Maung Thein kepada Reuters melalui telepon, seperti dikutip oleh Channel News Asia, Kamis (13/8).

Sementara itu, Sekretaris Jendral USDP dikabarkan telah digulingkan, ucap seorang senior partai.

Ketegangan di USDP mencuat setelah Ketua partai Shwe Mann didukung sebagian fungsionaris partai untuk menjadi bakal calon presiden dalam pemilihan umum November mendatang. Diduga dia bersaing ketat dengan Presiden Thein Sein, juga anggota USDP, yang belum mengumumkan akan maju lagi.

Kepemimpinan Myanmar diketahui selama hampir setengah abad dikusai oleh junta militer. Proposal merubah undang-undang yang mencadangkan 25 persen kursi di parlemen untuk pejabat militer juga telah gagal pada Juni lalu seiring kalahnya jumlah suara yang hanya mencapai kurang dari 70 persen.

Peraih Nobel Perdamaian dan Pimpinan Partai Oposisi, Aung San Suu Kyi, menuntut jangan ada lagi pengaruh militer. Namun kecil kemungkinan politikus wnait ini untuk mengalahkan USDP di pemilu mendatang. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP