LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Israel Siap-Siap Kembali Perang dengan Iran, Siapkan 3 Strategi Militer

Militer Israel menerapkan tiga tahap strategi untuk mencapai keunggulan. Berikut adalah penjelasannya.

Kamis, 18 Sep 2025 17:04:00
amerika serikat
tentara israel (AP)
Advertisement

Israel sedang dalam tahap persiapan untuk mengatasi potensi konflik militer yang baru dengan Iran. Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, Amir Baram, menegaskan bahwa bentrokan yang berkelanjutan dengan Iran adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, sehingga diperlukan peningkatan signifikan dalam sistem pertahanan dan kekuatan tempur.

Pernyataan Baram, yang dilansir oleh Asharq Al-Awsat, muncul setelah serangan udara Israel pada bulan Juni yang menargetkan wilayah dalam Iran, termasuk komandan militer senior, ilmuwan nuklir, pangkalan rudal Garda Revolusi, dan instalasi radar. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal balistik ke arah Israel.

Baram menyatakan bahwa konflik yang berlangsung selama 12 hari itu berakhir dengan kemenangan yang jelas bagi Israel. Namun, ia menekankan bahwa bentrokan di masa depan dengan Iran tidak dapat dihindari.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Iran tetap utuh dan merasa terhina, serta sedang mengalokasikan sumber daya yang besar untuk memperkuat bidang pertahanan dan mempercepat pengembangan kekuatan militer mereka. Dalam upaya menjaga keunggulan militer Israel, Baram menguraikan strategi yang terdiri dari tiga tahap.

Advertisement

Pertama, tindakan jangka pendek yang berfokus pada pengadaan dan penyediaan kebutuhan mendesak. Kedua, rencana jangka menengah untuk memastikan kesiapan pertahanan dalam sepuluh tahun ke depan.

Ketiga, pengembangan jangka panjang yang mencakup sistem persenjataan mutakhir yang diharapkan dapat mengubah dinamika medan perang di masa depan.

Advertisement

Baram juga mengungkapkan rencana untuk membentuk Dewan Persenjataan Tertinggi, sebuah badan yang dirancang untuk mempercepat persiapan menghadapi kemungkinan perang dengan Iran dan musuh-musuh lainnya.

Ia menekankan pentingnya untuk bersiap dari sekarang untuk menghadapi tantangan yang tidak terduga dan operasi khusus, sambil menyerukan perlunya perubahan mendasar dalam cara Israel mengembangkan serta memperoleh teknologi pertahanan yang krusial.

Dukungan untuk Israel Masih Kuat

Kerusakan di Institut Sains Weizmann di Rehovot, Israel, akibat serangan rudal Iran, Kamis (19/6/2025). (Dok. AP/Maya Alleruzzo) © 2025 Liputan6.com

Meski beberapa negara telah membatalkan kesepakatan pertahanan, Baram menyatakan bahwa Israel baru saja menandatangani kontrak ekspor senjata senilai USD 2,5 miliar pada pekan lalu.

Dia menekankan bahwa negara-negara mitra menyadari pentingnya investasi jangka panjang dalam sektor pertahanan, terutama di tengah kondisi dunia yang semakin tidak stabil.

Yaron Buskila, yang menjabat sebagai kepala Asosiasi Pertahanan dan Keamanan Israel, turut memperkuat pernyataan Baram. Dalam sebuah konferensi pada 8 September, dia menekankan bahwa konfrontasi dengan Iran masih jauh dari selesai.

Dia berpendapat bahwa meskipun Israel telah memberikan dampak signifikan terhadap program nuklir Iran dalam konflik terbaru, ancaman dari negara tersebut tetap ada.

Sementara itu, terdapat informasi baru mengenai serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang terjadi pada bulan Juni lalu. Kolonel Joshua Wiitala, yang merupakan Komandan 509th Bomb Wing, satuan pengebom strategis Angkatan Udara AS yang berbasis di Whiteman Air Force Base, Missouri, mengungkapkan kepada Fox News bahwa 4.000 personel terlibat dalam misi pengebom B-2 yang ditujukan untuk menyerang situs nuklir Iran, yang berlangsung selama 30 jam—ini merupakan operasi terlama dalam sejarah.

Wiitala, sebagaimana dikutip oleh Fox News, menjelaskan bahwa 14 pilot melakukan serangan presisi menggunakan bom penembus bunker, yang untuk pertama kalinya diterapkan dalam pertempuran, dan berhasil menghancurkan semua dari 14 target yang ditetapkan.

Dia menggambarkan misi tersebut sebagai tanpa cela dan memberikan penghargaan kepada ribuan personel yang terlibat, mulai dari kru persenjataan hingga staf medis.

Advertisement

Para kru secara bergantian mengambil waktu istirahat singkat saat pengisian bahan bakar di udara dan mengonsumsi minuman berenergi agar tetap waspada. Wiitala mengingat bahwa momen paling berarti dalam karier militernya selama 22 tahun adalah memastikan semua pesawat kembali dengan selamat, dan dia menggambarkan keberhasilan penuh operasi itu sebagai sumber kebanggaan yang besar.

Berita Terbaru
  • Kemendagri Apresiasi Pengendalian Inflasi Kota Tangerang, Masuk Jajaran Terbaik Nasional
  • Pemprov Kalsel Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga
  • Ditjenpas Papua Perkuat Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Humanis dan Produktif
  • Bea Cukai Sulbagsel Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Gowa, Selamatkan Potensi Kerugian Negara
  • Pesawat Haji Gangguan Teknis Saudi Airlines Tiba Selamat di Madinah
  • amerika serikat
  • berita update
  • iran
  • iran vs israel
  • israel
  • konten ai
  • perang iran vs israel
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.