Iran akan buat dan beli senjata apapun demi lawan penjajah
Pernyataan Rouhani dibuat usai pasukan militer Amerika Serikat, Inggris, Perancis mengerahkan serangan udara ke Suriah, yang merupakan sekutu Iran. Serangan itu dilakukan sebagai balasan karena Presiden Suriah Bashar al-Assad dituding menyerang warga sipilnya dengan senjata kimia.
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa negaranya akan membuat dan membeli senjata apapun yang diperlukan untuk mempertahankan diri di wilayah yang dilanda 'kekuatan penjajah'
Dia juga mengatakan bahwa pasukan Iran tidak akan menimbulkan ancaman bagi negara tetangga karena senjata itu akan digunakan sebagai alat pencegahan.
"Kami akan memproduksi dan membeli senjata yang kami butuhkan meski tanpa persetujuan mereka. Kami akan mengatakan kepada negara tetangga bahwa senjata ini bukan digunakan untuk melawan, tetapi untuk pecegahan," katanya, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (18/4).
"Kami tidak tinggal di wilayah yang tanpa konflik. Dan kami juga melihat kekuatan penjajah di sekitar kami. Mereka membangun pangkalan, mengabaikan prinsip hukum internasional, dan mengintervensi urusan luar negeri, bahkan menyerang negara lain tanpa izin dari PBB," lanjutnya.
Pernyataan Rouhani dibuat usai pasukan militer Amerika Serikat, Inggris, Perancis mengerahkan serangan udara ke Suriah, yang merupakan sekutu Iran. Serangan itu dilakukan sebagai balasan karena Presiden Suriah Bashar al-Assad dituding menyerang warga sipilnya dengan senjata kimia.
Sementara itu, Inggris, Perancis dan Jerman telah mengusulkan sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran karena senjata rudal balistik dan perannya dalam perang Suriah. Sanksi itu diberikan sebagai upaya untuk membujuk AS agar mau mempertahankan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.
Baca juga:
'Perang nyata berikutnya di Suriah: Iran versus Israel'
Trump ancam Putin, Iran, karena serangan senjata kimia di Suriah
Israel kini terang-terangan serang Iran di Suriah
Iran akan ambil sikap tegas jika AS langgar perjanjian JCPOA
Bertemu dengan Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani bahas konflik Suriah