Israel kini terang-terangan serang Iran di Suriah
Merdeka.com - Dini hari kemarin jadi awal bagi hari yang melelahkan di Timur Tengah. Diawali beberapa jet tempur tak diketahui dari mana yang membombardir pangkalan udara militer Suriah di dekat Kota Homs. Tidak lama kemudian warga Palestina melaporkan sebuah jet tempur Israel menghantam Jalur Gaza menyasar kawasan Hamas. Israel tampaknya kini sudah tidak lagi menjadi pemain pasif dalam konflik di Timur Tengah.
Sedikitnya 14 orang tewas di pangkalan militer Suriah. Iran melaporkan tiga anggota pasukan Garda Revolusinya ikut tewas dalam serangan dini hari itu.
Amerika Serikat mengatakan mereka tidak melakukan serangan itu. Pejabat Rusia dan Suriah menuding Israel sebagai pelaku dan Negeri Bintang Daud menolak berkomentar. Pada Maret tahun lalu dan Februari tahun ini Israel juga menyerang pangkalan udara yang sama setelah sebuah pesawat nirawak Iran memasuki wilayah udara Israel. Pada saat itu jet F-16 Israel ditembak jatuh.
Kantor berita nasional Libanon dua hari lalu mengatakan pesawat pengintai Israel berada di langit Libanon sebelah timur laut, dekat perbatasan dengan Suriah selama tiga hari. Militer Libanon menyatakan empat jet tempur Israel melanggar wilayah udara Libanon sebelum kemudian melintasi Mediterania menuju perbatasan Suriah. Namun militer Libanon tidak mengatakan apakah jet tempur itu melancarkan serangan.
Sejak konflik Suriah meletus, Israel sebelumnya sudah mengumumkan, mereka akan bertindak untuk mencegah pengiriman senjata canggih dari Suriah ke Hizbullah di Libanon. Media asing sejak itu kerap memberitakan sejumlah serangan udara jet tempur Israel menghantam konvoi kendaraan persenjataan dan gudang senjata di Suriah. Tahun lalu Israel memutuskan akan turun tangan jika Iran mencoba memperkuat posisinya di Suriah.
Dikutip dari laman Haaretz, Senin (9/4), serangan udara Israel kali ini, jika benar demikian, terjadi di saat peristiwa serangan gas kimia di Douma, Suriah, dan kabar pemerintahan Trump akan menarik mundur pasukan AS dari Suriah.

Seorang bayi Suriah menggunakan masker oksigen setelah adanya laporan serangan gas melalui udara ©2018 Merdeka.com
Rabu lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani menggelar pertemuan di Ankara untuk membahas pembagian kekuasaan dan pengaruh di Suriah setelah pasukan Basyar al-Aasad kian meraih kemenangan dari tangan pemberontak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengancam bakal ada harga yang mesti dibayar bagi pelaku serangan gas kimia di Douma yang sedikitnya menewaskan 40 orang, termasuk anak-anak.
Pekan lalu Trump mengatakan dia ingin menarik mundur pasukan AS dari Suriah meski para pejabat keamanan AS menentang keinginannya.
Bagi pengamat dari Universitas Regent's London, Yossi Mekelberg, pemerintah Israel sudah merasa khawatir Iran kian dekat ke perbatasan mereka, terlebih jika pasukan AS benar mundur dari Suriah.
"Yang membuat Israel khawatir adalah seperti yang dialami banyak pihak juga...keputusannya yang sulit diprediksi," kata Mekelberg, seperti dilansir laman NBC News, Senin (9/4).
"Jika AS tidak lagi terlibat di Timur Tengah maka Israel akan merasa perlu bertindak sendiri di Suriah untuk mencegah ancaman Iran," kata Mekelberg. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya