Ini Alasan Putin Sebut Tak Masalah Ukraina Gabung Uni Eropa
Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota EU, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia tidak keberatan atas rencana Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (EU), menyusul keputusan bersejarah Komisi Eropa yang mendukung upaya Kiev untuk menjadi anggota.
"Kami tidak menentangnya. Ini bukan blok militer. Itu hak negara mana pun untuk bergabung dengan serikat ekonomi," kata Putin pada Jumat (17/6), ketika ditanya tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan EU. Demikian dilansir laman Antara mengutip Reuters, Sabtu (18/6).
Rusia selama bertahun-tahun telah mencerca upaya Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah ini menjadi isu besar antara Moskow dan Barat.
Sebelum dia memerintahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada akhir Februari, Putin telah meminta jaminan hukum dari Amerika Serikat bahwa Ukraina tidak akan diterima dalam aliansi militer.
Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota EU, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.
Masalah ini "membutuhkan perhatian kami yang tinggi, karena kami semua menyadari intensifikasi diskusi di Eropa tentang masalah penguatan komponen pertahanan EU," kata Peskov dalam panggilan telepon dengan wartawan.
Berbicara di forum ekonomi tahunan unggulan Rusia di St. Petersburg, Putin mempertanyakan apakah "bijak" bagi EU untuk mengizinkan Ukraina bergabung, dengan mengatakan bahwa Kiev akan membutuhkan subsidi ekonomi besar yang mungkin tidak bersedia diberikan oleh anggota EU lainnya.
Pada Jumat, Komisi Eropa merekomendasikan EU untuk menunjuk Ukraina dan Moldova sebagai calon anggota.
Sementara itu, bekas republik Soviet ketiga, Georgia, diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu sebelum diberikan status yang sama.
Baca juga:
AS Kirim Bantuan Senjata Senilai Rp 14 Triliun ke Ukraina, Termasuk Rudal Jarak Jauh
Ikut Perang di Ukraina, Dua Warga AS Hilang Diduga Ditangkap Pasukan Rusia
NATO Gelar Pertemuan, Ukraina Butuh 1.000 Howitzer, 500 Tank, dan 1.000 Drone
Presiden Ukraina Sebut Pertempuran di Donbas Bakal Jadi yang Paling Brutal di Eropa
Rusia Hancurkan Gudang Penuh Roket Anti-Tank Kiriman AS dan Eropa untuk Ukraina
Mantan Tentara Inggris Tewas Bela Ukraina, Keluarganya Anggap Pahlawan
Ukraina Khawatir Dukungan Barat Berkurang karena Media Tak Lagi Tertarik Soal Perang
Ukraina Ungkap Berapa Banyak Tentaranya Tewas dalam Sehari di Medan Perang