LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

India Tutup Sekolah Setelah Polusi Udara Semakin Parah dan Membahayakan Masyarakat

Penduduk New Delhi menghadapi tingkat polusi yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Jumat, 15 Nov 2024 16:51:00
india
Pejalan kaki berjalan di sepanjang jalan dekat Gerbang India di tengah kabut asap tebal di New Delhi, Kamis (3/11/2022). Setiap musim dingin, udara dingin beserta asap dari petani yang membak (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Ibu kota India, New Delhi, telah menghentikan semua kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah dasar (SD) akibat meningkatnya polusi udara yang mengkhawatirkan. Dalam pernyataannya di X, Kepala Menteri New Delhi, Atishi Marlena Singh, mengungkapkan proses belajar mengajar akan dilakukan secara daring hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, mengingat kabut asap yang tebal menyelimuti kota tersebut.

New Delhi dan daerah sekitarnya kini menghadapi tingkat polusi yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Pada Kamis (14/11), kadar partikel halus di udara terukur lebih dari 50 kali lipat melebihi batas aman yang ditetapkanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir BBC, Jumat (15/11), setiap tahun Delhi dan wilayah utara India mengalami kabut asap selama musim dingin akibat kombinasi suhu yang rendah, asap, debu, kecepatan angin yang rendah, emisi dari kendaraan, dan pembakaran sisa tanaman. Berdasarkan data dari IQAir, sebuah lembaga pemantau Indeks Kualitas Udara (AQI) asal Swiss, pada hari Kamis, Delhi mencatat rata-rata 254 partikel halus - atau PM 2,5 - per meter kubik udara, sementara WHO menetapkan batas aman tidak lebih dari 15 partikel dalam periode 24 jam.

Partikel halus tersebut dapat menembus paru-paru dan berdampak negatif pada organ tubuh. Hal ini berpotensi menyebabkan penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan, serta penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi dapat menghambat pertumbuhan anak-anak. Selain itu, pemantauan oleh IQAir juga menunjukkan bahwa kota-kota tetangga seperti Gurugram dan Noida mengalami polusi udara yang berbahaya, termasuk Kota Chandigarh di wilayah utara India. Akibat dari polusi ini, banyak warga Delhi melaporkan mengalami iritasi mata dan kesulitan bernapas.

Advertisement

Upaya Pemerintah Atasi Polusi

Pihak berwenang di Delhi, yang diperkirakan memiliki lebih dari 33 juta penduduk, telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah polusi udara. Tindakan yang diambil antara lain menyemprotkan air yang mengandung penekan debu ke jalan-jalan.

Selain itu, mereka juga melarang kegiatan konstruksi yang tidak penting dan meminta masyarakat untuk tidak membakar batu bara. Namun, banyak kritikus menilai bahwa langkah-langkah ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Advertisement

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet pada bulan Juli mengungkapkan 7,2 persen dari kematian harian di kota ini disebabkan oleh polusi partikel halus. Diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, tingkat polusi udara akan mengalami penurunan, namun tetap berada dalam kategori tidak sehat.

Advertisement

Polusi udara di daerah tersebut bahkan telah mencapai tingkat parah, di mana kabut asapnya dapat terlihat dari luar angkasa. Baru-baru ini, NASA membagikan citra satelit yang menunjukkan bahwa kabut asap tersebut membentang dari utara India hingga ke Pakistan.

Berita Terbaru
  • Panitia Bantah Izinkan Pria Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran
  • Terungkap Alasan KPK Usul Minta Tambahan Anggaran Nyaris Rp1 Triliun
  • Reformasi Pasar Modal Tuntas, Perkuat Transparansi dan Integritas
  • Kuasa Hukum Soroti Penangkapan Roy, Sebut Hak Tersangka Diabaikan
  • SEB Mendagri dan Menteri ATR/Kepala BPN Jadi Pedoman Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
  • berita update
  • india
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • polusi udara
  • polusi udara new delhi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
B
Reporter Benedikta Miranti T.V, Tanti Yulianingsih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.