LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Heboh Ruang Sidang, Ketua MA India Dilempar Sepatu oleh Pengacara

Peristiwa ini semakin memperpanjang daftar kejadian lempar sepatu yang telah dikenal di seluruh dunia.

Rabu, 08 Okt 2025 13:54:00
india
Ilustrasi sidang. (dok. Unsplash.com/Bill Oxford/@bill_oxford) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Peristiwa mengejutkan terjadi di India. Ketua Mahkamah Agung India, BR Gavai dilempar sepatu saat di ruang sidang.

Aksi itu dilakukan oleh seorang pengacara yang tersinggung lantaran menganggap Gavai telah menghina salah satu dewa dalam agama Hindu.

Insiden yang berlangsung pada hari Senin, 6 Oktober 2025, di Delhi ini menimbulkan kehebohan dan dianggap sebagai penghinaan serius serta pelanggaran keamanan di lembaga peradilan tertinggi negara tersebut.

Tiga orang pengacara yang berada di lokasi kejadian mengonfirmasi kepada BBC bahwa sepatu tersebut benar-benar dilemparkan ke arah hakim. Salah satu dari mereka menyatakan bahwa sepatu itu sempat mengenai Ketua Mahkamah Agung dan seorang hakim lainnya sebelum akhirnya jatuh di belakang mereka. Pelaku, Rakesh Kishore, dilaporkan berteriak, "India tidak akan menoleransi penghinaan terhadap Sanatan Dharma (Hinduisme)" saat dia diusir keluar dari ruang sidang oleh petugas keamanan.

Advertisement

Akibat dari perbuatannya, dia langsung dijatuhi sanksi skors dari profesinya sebagai pengacara. Advokat Ravi Shanker Jha, yang menyaksikan insiden tersebut, menjelaskan kepada BBC bahwa Kishore melemparkan sepatunya dan mengangkat tangan untuk menunjukkan bahwa dia adalah pelaku.

"Setelah ditangkap oleh petugas keamanan ruang sidang, ketua mahkamah agung meminta para pengacara untuk melanjutkan argumen mereka dan tidak terpengaruh oleh insiden itu," tambah Jha.

Advertisement

Sementara itu, slaah satu pengacara lainnya, Anas Tanwir mengatakan Gavai tetap tenang selama kejadian berlangsung. Sampai saat ini, dia belum memberikan komentar publik terkait insiden tersebut.

Pihak berwenang di India kemudian mengumumkan bahwa tidak akan ada tuntutan hukum yang diajukan terhadap Kishore. Keputusan ini menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, mengingat tindakan tersebut dianggap melanggar norma dan etika yang berlaku di lembaga peradilan.

Kronologi Peristiwa

Dalam sebuah wawancara dengan media daring India, The Print, Kishore mengungkapkan bahwa tindakannya berawal dari penolakan petisi oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Gavai. Dalam keputusan tersebut, Gavai juga memberikan komentar yang menyinggung Dewa Wisnu.

Ketika hakim menolak permohonan untuk membangun kembali patung Dewa Wisnu setinggi tujuh kaki di sebuah kuil di Madhya Pradesh bulan lalu, ia menyatakan, "Ini murni litigasi demi publisitas... Pergilah dan minta dewa itu sendiri untuk melakukan sesuatu." Pernyataan ini memicu kontroversi yang luas, di mana banyak pihak menuduh hakim tersebut telah memperolok keyakinan umat Hindu.

Menanggapi kritik yang muncul, Gavai, seperti dilaporkan oleh Press Trust of India (PTI), menegaskan bahwa ia menghormati semua agama. "Dia bukan hanya menolak permohonan itu, namun juga menertawakan Dewa Wisnu," jelas Kishore kepada The Print.

Beberapa jam setelah melempar sepatu, Kishore mengungkapkan bahwa ia tidak bisa tidur sejak 16 September, yaitu sejak pernyataan Gavai yang dianggapnya menghina tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi dengan tegas mengecam aksi pelemparan sepatu terhadap Gavai, menyebutnya sebagai tindakan yang sangat tercela, dan turut bersama berbagai pihak dari spektrum politik yang lain untuk mengutuk kejadian tersebut.

Menurut laporan dari PTI, Modi bahkan menghubungi Gavai secara langsung untuk menyampaikan bahwa insiden tersebut telah membuat marah seluruh rakyat India.

"Tidak ada tempat bagi tindakan seburuk ini di masyarakat kita," ujarnya.

Advertisement

Menariknya, awal tahun ini, Presiden Kenya, William Ruto, juga menjadi sasaran lemparan sepatu saat menghadiri sebuah rapat umum. Di sisi lain, pada tahun 2008, seorang jurnalis Irak sempat melemparkan sepatu ke arah Presiden Amerika Serikat saat itu, George W. Bush, sebagai bentuk protes terhadap invasi AS ke Irak.

Berita Terbaru
  • Kata Andrre Taulany soal Mantan Istri Dilaporkan ke Polisi Dugaan Kasus Penganiayaan ART
  • Ayah Jadi Tersangka Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi, ini Bukti yang Dimiliki Polisi
  • Cerita Penghuni Apartemen Mediterania Dikepung Asap Akibat Kebakaran, Pilih Naik ke Lantai 35 karena Tak Bisa Napas
  • Duel Maut, Pria di Lubuklinggau Meninggal di Tangan Teman Sendiri
  • Sembilan Anak di Bawah Umur Dijadikan Pemandu Lagu, Pemilik Kafe dan Muncikari Ditangkap
  • arca dewa wisnu
  • berita update
  • hindu
  • india
  • liputan6
  • penghinaan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.