Penduduk setempat berkumpul di lokasi tanah longsor tepatnya di Desa Mulitaka di wilayah Maip Mulitaka, di Provinsi Enga, Papua Nugini pada 26 Mei 2024. Foto: AFP / STR
Seperti dilansir dari AFP pada tanggal 26 Mei 2024, tim penyelamat yang dibantu penduduk desa setempat sedang menghadapi kondisi berbahaya saat melakukan pencarian korban yang masih terkubur longsor. Foto: AFP / STR
Yang menyulitkan tim bergerak untuk melakukan proses penyelamatan adalah material longsor yang terdiri dari batu-batuan berbagai ukuran yang menguburkan bengunan dan penduduk berjumlah ratusan orang. Foto: AFP / STR
Pengerahan alat berat pun sudah dilakukan untuk meringankan tim penyelamat melakukan proses pencarian korban yang masih hilang terkubur. Foto: AFP / STR
Namun hal itu terkendala dengan akses yang sulit menuju lokasi bencana sehingga menyulitkan tim melakukan proses pencarian dengan cepat. Foto: AFP / STR
Perwira Angkatan Pertahanan Papua Nugini Michael Band berbicara dengan penduduk setempat di lokasi tanah longsor yang menewaskan lebih dari 670 orang di desa Mulitaka, Provinsi Enga, Papua Nugini, (26/5/2024). Foto: AFP / STR
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Cuaca ekstrem membuat Distrik Agandugume dan Distrik Lambewidi Kabupaten Puncak, Papua Tengah mengalami kekeringan. Bahkan dampak kekeringan 6 orang meninggal
Hujan yang lebat mengguyur Pekalongan selama berjam-jam, mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. Berikut adalah kronologi lengkap kejadian tersebut.