Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). (AFP/ Philip Fong)
Advertisement
Pengunjung Pantai Heisaura, Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, menyaksikan empat paus sperma yang terdampar dalam kondisi mati, Kamis (31/7/2025). Peristiwa ini terdamparmya paus sperma terjadi hanya beberapa jam setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah Timur Jauh Rusia dan memicu peringatan tsunami di sejumlah pesisir Jepang.Meskipun gelombang tsunami setinggi 1,3 meter dilaporkan menghantam beberapa wilayah Jepang.
Para ahli menduga paus-paus tersebut lebih dahulu terdampar sebelum air pasang tsunami datang. Profesor Peter Evans, Direktur Sea Watch Foundation, dalam wawancara dengan Daily Mail, menyebutkan bahwa peristiwa ini kemungkinan besar dipicu oleh gangguan kebisingan bawah laut akibat gempa. “Suara keras dari dasar laut dapat membingungkan mamalia laut, terutama paus yang biasa menyelam jauh ke kedalaman,” ujarnya. Fenomena disorientasi akustik ini diduga membuat paus kehilangan arah, hingga justru berenang ke arah pantai alih-alih menjauh dari sumber ancaman.
Advertisement
Otoritas setempat bersama peneliti kelautan kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangkai paus dan ekosistem sekitar guna mengungkap penyebab pasti insiden langka ini.
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Seorang jurnalis memotret paus sperma yang mati di Pantai Heisaura, Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Pengunjung Pantai melihat paus sperma terdampar hingga mati di Pantai Heisaura di Kota Tateyama, Prefektur Chiba, Jepang, Kamis (31/07/2025). AFP/ Philip Fong
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Seekor paus sperma viral terdampar di Pantai Semawang, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (18/12). Mamalia itu sempat akan diobati, namun tidak mampu bertahan.
Lebih dari 20 orang dilaporkan tewas. Ribuan penyelamat dari seluruh negeri telah dikirim ke daerah terdampak paling para di semenanjung Noto, Ishikawa.