LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Donald Trump Siapkan Operasi Sledgehammer Jika Konflik Iran Memanas Lagi

Operasi Sledgehammer adalah rencana yang diusulkan oleh Donald Trump untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Kamis, 14 Mei 2026 07:25:00
amerika serikat
Warga AS yang marah atas pernyataan Donald Trump yang rasis, mengancam pindah ke Australia jika dia tetap dicalonkan jadi presiden (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kampanye militer terhadap Iran jika terjadi kembali konflik di Timur Tengah.

Menurut NBC News pada Selasa (12/5/2026), operasi ini mungkin akan diberi nama baru, "Operasi Sledgehammer".

Dalam laporan tersebut, sejumlah pejabat Amerika Serikat tengah mendiskusikan kemungkinan untuk mengganti nama operasi sebelumnya, "Operasi Epic Fury", jika Presiden Trump memutuskan untuk melancarkan kembali operasi militer besar-besaran terhadap Iran.

Sejumlah pejabat AS juga percaya bahwa penggunaan nama operasi baru dapat memperkuat posisi Gedung Putih, sehingga aksi militer selanjutnya dianggap sebagai operasi yang terpisah dari yang sebelumnya.

Advertisement

Dengan cara ini, langkah tersebut dianggap tetap berada dalam kerangka Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973, yang mengharuskan presiden AS untuk melaporkan pengerahan pasukan ke Kongres dalam waktu 48 jam setelah dimulainya operasi militer.

Jika Kongres tidak memberikan persetujuan, maka operasi harus dihentikan dalam waktu 60 hari. Pada kasus "Operasi Epic Fury", operasi tempur dihentikan setelah 40 hari pertempuran.

Advertisement

Pemerintahan Trump berargumen bahwa batas waktu 60 hari belum sepenuhnya tercapai karena adanya jeda dalam operasi.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan bahwa "Operasi Epic Fury" telah berakhir setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali jalur negosiasi bulan lalu.

Advertisement

Laporan dari NBC News juga mengungkapkan bahwa kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan ini kini lebih kuat dibandingkan saat konflik pertama kali pecah pada bulan Februari lalu. Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Berita Terbaru
  • Waspada Jasa Pembuatan SIM Ilegal, Begini Modus yang Digunakan
  • Toyota Hilux BEV Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya
  • Inggris Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos
  • Serigala Liar Serang Pemukim Israel, 11 Orang Luka-luka
  • Polres Simalungun Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi, 30 Kg Sisik Trenggiling Disita dan Tiga Tersangka Ditangkap
  • amerika serikat
  • berita update
  • donald trump
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.