Diselamatkan dari kepungan ISIS, TKI dari Subang segera pulang
Sayangnya, Casih binti Waan belum menerima gaji sejak 5 tahun terakhir karena majikannya di Deir Ezzor dieksekusi ISIS
Tenaga kerja Indonesia asal Subang, Jawa Barat, yang sempat terkepung di Suriah akhirnya akan segera dipulangkan ke Tanah Air. Casih binti Waan sempat berbulan-bulan terjebak di Kota Deir Ezzor bersama keluarga majikannya.
Dalam rilis yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suriah, Casih dijadwalkan terbang ke Jakarta pada 29 April mendatang. Casih ikut serta dalam gelombang pemulangan ke-274 bersama 50 WNI yang bekerja di Suriah.
Casih diketahui terjebak di kota dekat sumur minyak yang direbut ISIS itu pada Desember 2015. KBRI menghubungi tentara Suriah untuk mengirim helikopter demi menjemput Casih.
Nahas, keluarga Tsair bin Samalut yang menjadi majikan Casih ternyata tidak bisa ikut naik helikopter. Tentara Suriah melarang mereka naik. Diduga kuat, beberapa hari kemudian sang majikan tertangkap serta dieksekusi oleh ISIS.
"Kalau sudah ketahuan bekerja sama dengan tentara Suriah, seseorang dianggap 'musuh' oleh ISIS," kata AM. Sidqi, Pejabat Konsuler II merangkap Penerangan Sosbud KBRI Damaskus melalui keterangan tertulis, Rabu (20/4).
Tak selamatnya keluarga majikan membuat Casih terlunta-lunta. Gajinya ternyata belum dibayar selama 5 tahun terakhir. KBRI berusaha menghubungi sanak saudara keluarga Samalut. Namun kecil kemungkinan ada jalan agar hak Casih dibayarkan.
Sidqi berharap pemerintah RI bisa mengupayakan santunan buat Casih setibanya di Tanah Air. Jika mematok kesepakatan kerja di awal, Casih seharusnya dibayar USD 150 per bulan. Artinya, sepulang dari Suriah Casih bisa membawa pulang Rp 117 juta untuk keluarga di rumah.
"Kami berharap BNP2TKI dapat mengeluarkan santunan pengganti gaji kepada Casih sesuai peraturan yang berlaku," ujarnya.
Wilayah kerja Casih di Deir Ezzor sebagian kecilnya masih dikuasai tentara Suriah. Sejak perang saudara meletus di Suriah, Deir Ezzor merupakan salah satu wilayah paling parah sekaligus medan perang paling berat antara Angkatan Bersenjata Suriah melawan pemberontak Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), ISIS, serta Jabhat Al-Nusra.
Baca juga:
TKI asal Sumbawa berhasil kabur dari 'Ibu Kota' ISIS
TKI selamat dari Kota Raqqa jadi saksi kekejaman ISIS
Polisi sebut ISIS dan Mafia Italia berbisnis ganja
Harta ISIS untuk operasional susut tinggal Rp 708 miliar
Cara tentara Irak semangati warga di bawah kendali ISIS lewat radio
Situs Bersejarah Suriah Sebelum dan Sesudah Dihancurkan ISIS