Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi sebut ISIS dan Mafia Italia berbisnis ganja

Polisi sebut ISIS dan Mafia Italia berbisnis ganja ISIS berbisnis ganja. ©2016 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kepala Satuan Antiteror Italia, Franco Roberti, menemukan fakta bahwa jaringan mafia dan militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sempat bekerja sama menyelundupkan ganja. Jaringan ISIS yang mencari uang dari bisnis narkoba ini adalah para militan asal Libya.

Dari temuan polisi, ganja kering itu dikirim dari Kota Tobruk, di timur Libya, menuju Aljazair, Maroko, hingga dikapalkan di Casablanca. Barang haram ini lalu diterima oleh mafia di selatan Italia, dari kelompok Cosa Nostra. Nilai penjualannya selama beberapa tahun terakhir diperkirakan mencapai 32 miliar Euro (setara Rp 477 triliun).

"Penyelundupan ganja ini diotaki oleh ISIS cabang Libya, terutama militan yang berpusat di Kota Sirte," kata Roberti seperti dilansir The Independent, Rabu (20/4).

Narkoba kini menjadi salah satu pemasukan alternatif bagi ISIS di luar Timur Tengah. Uang penjualan minyak jarahan mulai seret, seturut anjloknya harga migas dunia. Temuan Kepolisian Italia itu sejalan dengan penelitian lembaga konsultan keamanan IHS dari Inggris yang setahun terakhir memantau sepak terjang para militan khilafah. Bisnis narkoba menyumbang tujuh persen dana operasional tahunan ISIS.

Roberti mengakui negaranya saat ini belum pernah mengalami langsung teror ISIS. Namun militan sempat melontarkan ancaman menyerang Vatikan dan Ibu kota Roma. Karenanya, kerja sama ISIS dan Mafia harus digembosi.

"Kami mengusulkan legalisasi ganja, karena kebijakan itu akan menjadi senjata ampuh melumpuhkan sumber pemasukan dana bagi teroris," kata polisi 68 tahun itu.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP