TKI selamat dari Kota Raqqa jadi saksi kekejaman ISIS
Merdeka.com - Buruh Migran Indonesia asal Sumbawa yang berhasil diselamatkan dari Raqqa, Suriah, menceritakan ulang suasana mencekam di ''Ibu Kota' kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) tersebut. TKW bernama Sri Rahayu tersebut mengatakan tidak pernah bertemu dengan para anggota ISIS asal Indonesia.
Dari keterangan pers yang diterima merdeka.com dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Suriah, Sri mengatakan banyak hal tak terduga yang dia temui di jalan di Raqqa.
Suatu hari, ketika TKW yang pernah bekerja di Arab Saudi selama 20 tahun ini belanja di Pasar Raqqa, Sri melihat kepala dijejerkan di pinggir jalan usai dipenggal.
"Dari bahasa dan logat bicaranya, saya mengenali banyak tentara ISIS di Kota Raqqa berasal dari Arab Saudi, Tunisia, India dan beberapa orang kulit putih, tetapi tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia," tutur Sri, Rabu (16/3).
Sri juga bercerita, pada hari lainnya dia disuruh oleh majikannya untuk membeli rokok secara sembunyi-sembunyi. Dia mengatakan ISIS mengharamkan rokok.
Namun sebelum dia membeli rokok, dia keburu dicegat oleh tentara ISIS. Rupanya dia tidak boleh pergi karena tidak didampingi oleh lelaki muhrimnya.
"Untung rokok belum di tangan," lanjut Sri.
KBRI Damaskus berhasil mengevakuasi TKW asal NTB ini. Dibantu oleh seorang agen penyalur tenaga kerja, Sri berhasil keluar dari Raqqa.
Evakuasi WNI dikeluarkan dari kepungan ISIS bukan kali pertama dilakukan oleh KBRI Damaskus. Pada Januari lalu seorang TKW asal Subang berhasil diselamatkan dari ISIS di Deir Ezzor.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya