Arsitek Ternama Pakistan Tolak Penghargaan dengan Hadiah Sebesar Rp1,6 Miliar dari Organisasi Israel
Penolakan ini sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel di Gaza.
Arsitek ternama Pakistan, Yasmeen Lari, membuat langkah berani dengan menolak penghargaan dari organisasi nirlaba Israel, Wolf Foundation. Yasmeen Lari dinobatkan sebagai penerima Wolf Prize dengan hadiah senilai USD100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar.
Penolakan ini diumumkan pada 11 Maret 2025, hanya sehari setelah Lari dinyatakan sebagai penerima penghargaan tersebut. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap kekejaman Israel yang sedang berlangsung di Gaza, yang disebut Lari sebagai 'genosida yang terus berlanjut', seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (18/3).
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Wolf Foundation, Lari menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan. Namun, ia menegaskan situasi di Gaza saat ini membuatnya tidak dapat menerima penghargaan tersebut.
"Meskipun saya sangat bersyukur atas kehormatan ini, sayangnya, mengingat genosida yang terus terjadi di Gaza, saya tidak dapat menerima penghargaan dan hadiah uang bahkan dari organisasi yang independen dari pemerintah," tegas Lari dalam suratnya.
“Semua kekerasan tidak dapat saya terima di pihak mana pun yang berkonflik dan saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya membantu para pengungsi, bahkan para migran iklim, dan Gaza sayangnya sekarang menjadi salah satu situasi terburuk dalam hal pengungsian.”
Yasmeen Lari, yang dikenal luas karena dedikasinya dalam arsitektur berkelanjutan dan sosial, telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membantu pengungsi, termasuk mereka yang terdampak oleh perubahan iklim. Lari juga dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam memperjuangkan hak-hak pengungsi dan masyarakat yang terpinggirkan di Pakistan. Lari telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architects pada tahun 2023. Karya-karyanya sering kali berfokus pada komunitas yang terpinggirkan dan berusaha memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masalah perumahan dan infrastruktur.
Penghargaan Wolf Prize, yang telah diberikan sejak tahun 1978, merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi ilmuwan dan seniman dalam kemanusiaan serta hubungan antarbangsa.
Israel kembali melanjutkan perang genosidanya di Jalur Gaza pada Selasa (18/3) dini hari setelah mengakhiri gencatan senjata, membunuh sekitar 200 warga Palestina termasuk anak-anak. Selama perang genosida yang berlangsung dari 7 Oktober 2023 sampai Januari 2025, Israel membunuh lebih dari 48.520 warga Palestina di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza.