Amerika Serang Iran, Houthi Yaman akan Benar-Benar Bikin Laut Merah Berdarah
Pemberontak Houthi Yaman berjanji untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal AS.
Pemberontak Houthi Yaman berjanji untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal AS jika pasukan Amerika bergabung dalam perang Israel melawan Iran.
Peringatan itu muncul beberapa jam sebelum AS menyerang situs pengayaan nuklir Fordow milik Iran pada hari Minggu dalam keterlibatan langsung pertama Washington dalam konflik tersebut.
"Jika Amerika terlibat dalam serangan dan agresi terhadap Iran bersama musuh Israel, angkatan bersenjata akan menargetkan kapal-kapal dan kapal perang mereka di Laut Merah," kata Houthi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari thenationalnews.com.
Minggu lalu, sumber keamanan Yaman mengatakan kepada The National bahwa pemberontak sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap target-target AS di Timur Tengah dan mengintensifkan serangan terhadap Israel untuk mendukung Iran.
Poros Perlawanan
Presiden AS Donald Trump mengatakan bulan lalu, bahwa Houthi yang didukung Iran ‘menyerah’. Kata Trump, Amerika akan menghentikan serangan terhadap pemberontak setelah mereka setuju untuk berhenti menyerang kapal-kapal di Laut Merah.
Kelompok Houthi merupakan bagian dari apa yang disebut Poros Perlawanan, jaringan yang dipimpin Iran yang meliputi Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok bersenjata di Irak, yang bertujuan untuk mencegah Israel melakukan aksi militer dan melawan pengaruhnya di kawasan tersebut.
Banyak kelompok yang telah berperang melawan musuh-musuh Iran di negara masing-masing.
Kelompok tersebut melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bagian dari kampanye dukungan untuk Hamas dan rakyat Palestina setelah perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023.
Namun, pertempuran selama berbulan-bulan dengan Israel, yang jelas-jelas mendominasi militer, telah mengikis kapasitas operasional poros tersebut secara signifikan.
Sikap Hizbullah
Hizbullah pernah dianggap sebagai garis pertahanan pertama Iran terhadap serangan Israel. Tetapi serangan terhadap kelompok tersebut tahun lalu menewaskan para pemimpin politik dan militernya serta sebagian besar menghancurkan persenjataannya.
Para pejabat Lebanon telah mendesak Hizbullah untuk tidak menanggapi serangan Israel terhadap Iran.
Di Irak, sumber yang dekat dengan pemerintah mengatakan kepada The National minggu ini bahwa beberapa kelompok militan yang paling menonjol telah menyatakan bahwa setiap intervensi militer AS akan memicu respons.