Ada wine, Presiden Iran batalkan makan siang bareng Presiden Prancis
Prancis berkukuh memasukkan minuman beralkohol di daftar menu jamuan Hassan Rouhani, walau Iran sudah menolak
Rencana jamuan makan siang santai antara Presiden Prancis Francois Hollande dan Presiden Iran Hassan Rouhani batal digelar, lantaran Prancis menolak menghilangkan wine dari daftar menu mereka. Jamuan tersebut sebetulnya akan dilaksanakan di Istana Elysee, Ibu Kota Paris.
Selisih paham terjadi saat Prancis berkeras untuk mempertahankan resep tradisional mereka dengan hidangan mengandung wine. Jelas, Presiden Rouhani tidak dapat menerima hal tersebut karenan kandungan alkohol dalam wine yang dilarang dalam Islam.
Akibat hal tersebut, pihak penyaji menyarankan jamuan alternatif, seperti sarapan pagi. Namun, hal tersebut ditolak dan dianggap terlalu murah bagi sekelas Pemimpin Iran.
"Para pemimpin tersebut telah melewatkan kesempatan besar untuk bertemu dalam suasana santai ditemani cemilan kecil," sumber seorang pejabat terkait menurut sumber Radio RTL, seperti dikutip koran Daily Mail, Kamis (28/1).
Diketahui, ini adalah niatan pribadi Presiden Iran dalam melakukan makan siang bersama Presiden Hollande dalam lawatannya ke Prancis. Jamuan ini seandainya terlaksana, adalah yang pertama kalinya dilakukan pemimpin Iran dengan petinggi negara Barat dalam 17 tahun terakhir.
Baca juga:
Pegiat bugil Femen 'sambut' kedatangan presiden Iran di Prancis
Aksi Femen gantung diri tolak kunjungan Presiden Iran di Paris
Embargo ekonomi Iran dicabut, pemerintah genjot kerja sama energi
Presiden Iran datang, Italia tutupi patung-patung telanjang di Roma
Iran tangkap 100 orang pembakar kedutaan Saudi