Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Iran datang, Italia tutupi patung-patung telanjang di Roma

Presiden Iran datang, Italia tutupi patung-patung telanjang di Roma Kunjungan Presiden Iran ke Italia. ©2016 Merdeka.com/AFP/Tiziana Fabi

Merdeka.com - Pemerintah Italia menutupi patung-patung kuno di Ibu Kota Roma yang menampilkan sosok telanjang. Penutupan ini dalam rangka kunjungan dua hari Presiden Iran, Hassan Rouhani. Patung yang banyak menjadi 'korban' sensor ini adalah yang berada di Museum Capitoline.

Tak hanya menutup patung telanjang era Renaisans, Negeri Pizza pun memastikan tidak akan ada alkohol dalam jamuan untuk Rouhani. Biasanya tim jamuan kepresidenan menyajikan anggur atau sampanye.

"Seluruh kebijakan ini dilakukan untuk menghormati pemerintah Iran yang kuat menjalankan nilai-nilai Islam," tulis kantor berita Ansa, seperti dilansir the Independent, Rabu (27/1).

Kendati demikian, kalangan oposisi pemerintah Italia mengecam respon berlebihan Perdana Menteri Matteo Renzi yang ingin menyenangkan rombongan Rouhani. Seorang selebritas Twitter ternama, Darius Arya, menyatakan Italia merendahkan diri karena sampai menutupi aurat karya seni. "Italia seperti kembali ke masa kegelapan gara-gara kunjungan presiden Iran," cuitnya.

Politikus dari Partai Forza Italia, Luca Squeri, menuding Renzi menggadaikan nilai-nilai bangsa demi menyenangkan tamu asing. "(Menutupi patung telanjang) bukan menghormati, namun meniadakan perbedaan dan menyerah kepada nilai lainnya," tudingnya.

Kelompok feminis membuat pertanyaan terbuka, mendesak politikus Italia mengecam sang perdana menteri. "Di Iran, wanita dipaksa memakai hijab. Italia konon menghormati nilai-nilai Iran, padahal Iran tak menghormati nilai-nilai bangsa kita akan kebebasan," seperti dikutip dari pernyataan tertulis mereka.

Rouhani menjadi pemimpin Iran pertama yang melawat ke Eropa, setelah sanksi ekonomi negara Barat resmi dicabut bulan ini. Rouhani membahas kerja sama investasi dengan pengusaha-pengusaha Negeri Pizza. Diperkirakan, kunjungan ini bisa menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 17 miliar Euro.

PM Renzi sangat gembira Iran melawat ke negaranya. Italia kini sedang mengalami resesi serta tingkat pengangguran tinggi, sehingga butuh kerja sama ekonomi dengan negara lain. "Lawatan ini baru permulaan. Saya yakin ada banyak sektor antara Iran dan Italia yang bisa digarap bersama," ujarnya.

Rouhani melawat ke Italia selama Senin (25/1) hingga Selasa (26/1). Selain bertemu jajaran perdana menteri Italia, sang presiden Iran menemui Paus Fransiskus di Vatikan membahas isu-isu terkini serta pengembangan toleransi beragama. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP