Ada adegan gambarkan Nabi Muhammad, ulama Saudi kecam film Iran
Ada perbedaan tafsir antara mazhab Sunni dan Syiah soal penggambaran sosok Rasullulah di sinema
Ulama Kerajaan Arab Saudi, Mufti Abdulaziz al-Sheikh, mengecam film 'Muhammad' produksi Kementerian Kebudayaan Iran. Film termahal dalam sejarah Negeri Para Mullah itu dianggap menistakan ajaran Islam.
Alasan al-Sheikh, ada beberapa adegan yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad dalam film tersebut. "Film ini merupakan ejekan terhadap Rasulullah, menistakan statusnya sebagai panutan umat," ujarnya seperti dilansir the Express Tribune, Rabu (2/9).
Bukan cuma mufti besar itu yang melontarkan kecamannya. Organisasi Liga Dunia Muslim berbasis di Makkah, turut memprotes peredaran film 'Muhammad' yang tayang pekan lalu.
Buah karya sutradara Majid Majidi ini rencananya diputar di Timur Tengah serta Eropa. Sekretaris Liga Dunia Muslim, Abdullah al-Turk, mengingatkan pemerintah Iran agar menghentikan mengekspor film tersebut ke luar negeri.
"Umat muslim harus memboikot film itu," ungkapnya.
Dalam teologi Islam, ada perbedaan pandangan mengenai penggambaran sosok nabi. Ulama dari mazhab Sunni mayoritas melarang kesenian apapun menggambar atau membayangkan sosok Muhammad. Dasarnya untuk menghindari syirik serta kemungkinan pengkultusan berlebihan dari umat terhadap Muhammad.
Dewan Ulama dari Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, pernah mengeluarkan fatwa melarang penggambaran sosok Rasulullah pada 1926. Sedangkan ulama mazhab Syiah lebih rileks soal penggambaran sosok Nabi Muhammad.
Ayatullah Ali al-Sistani, ulama besar Syiah dari Irak, pernah mengeluarkan fatwa bahwa film atau gambar boleh menunjukkan sosok panutan umat Islam sedunia, asalkan tujuannya untuk menghormati.
Sementara itu, film 'Muhammad' yang kini diserang mengisahkan fase awal kehidupan Nabi Muhammad. Sutradara Majid tidak menggambarkan wajah Rasulullah, tapi ada beberapa adegan menunjukkan kaki, tangan, serta punggung sang nabi besar.
Film berbiaya Rp 560 miliar dan makan waktu tujuh tahun produksi itu telah diputar di seantero Iran. Majidi ingin menggambarkan citra Islam yang baik yang belakangan ini diselewengkan oleh kaum ekstremis.
"Sayangnya saat ini Islam digambarkan sebagai agama radikal dan kejam," kata Majidi.
"Islam adalah agama damai, bersahabat, dan cinta. Saya mencoba menunjukkan ini dalam film Muhammad," imbuh sang sutradara.
Baca juga:
Film termahal tentang Nabi Muhammad dirilis di Iran
Rusia dan Iran terus lobi Indonesia bangun pembangkit tenaga nuklir
Aniaya orang, warga Iran harus jalani hukuman cokel mata
Biasa pakai kaos hina Islam, pria AS ini menangis diajak ke masjid
PGI kecam lomba karikatur Nabi Muhammad berhadiah USD 10 ribu
PBNU sebut kontes gambar kartun Nabi Muhammad adalah pelecehan Islam