7.200 Tentara Israel Kena Gangguan Jiwa dalam Setahun, Angka Bunuh Diri Naik Dua Kali Lipat
Data itu diungkap oleh media Israel, Haaretz, dalam laporan yang mengutip sumber medis di Departemen Kesehatan Mental.
Laporan media Israel, Haaretz, mengungkap bahwa 7.241 perwira dan tentara Israel telah diberhentikan secara permanen akibat gangguan psikologis di tengah perang Gaza. Kasus bunuh diri disebut meningkat dua kali lipat pada akhir 2024, sementara militer Israel dituduh menyembunyikan data sebenarnya.
Laman Yeni Safak melaporkan, Kamis (7/5), militer Israel disebut telah memberhentikan secara permanen lebih dari 7.000 tentara karena alasan kejiwaan selama perang yang masih berlangsung di Gaza, menurut laporan yang dipublikasikan Haaretz. Ribuan tentara aktif lainnya juga dipindahkan dari peran tempur akibat kelelahan berat atau gangguan psikologis serius.
Militer Dituding Menyembunyikan Skala Sebenarnya
Laporan itu mengutip sumber medis di Departemen Kesehatan Mental militer Israel, yang menyebut krisis psikologis di kalangan tentara mulai meningkat segera setelah 7 Oktober 2023, ketika Israel melancarkan operasi militernya di Gaza.
Mayoritas tentara yang terlibat dalam konflik tersebut dilaporkan menolak kembali ke medan perang. Sejak Juni 2024, militer Israel disebut berhenti merespons permintaan resmi berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi. Meski ada tenggat hukum selama 120 hari, pihak militer disebut menghindari publikasi data dan hanya memberikan tanggapan jika ada gugatan ke pengadilan.
Angka Bunuh Diri Naik Dua Kali Lipat
Data pada kuartal terakhir 2024 menunjukkan kasus bunuh diri di kalangan pasukan Israel meningkat dua kali lipat. Laporan itu juga menuduh pejabat di Departemen Sumber Daya Manusia dan juru bicara militer sengaja menunda atau menghalangi publikasi informasi yang berpotensi merusak citra militer di mata publik.
Türkiye selama ini konsisten mengecam tindakan Israel di Gaza, dan pengungkapan terbaru ini disebut menambah sorotan internasional terhadap dampak psikologis perang terhadap pasukan Israel sendiri.
Pengadilan Paksa Militer Buka Sebagian Data
Meski diduga berupaya menutupi angka sebenarnya, pengadilan Israel akhirnya memaksa militer menyerahkan sebagian data terkait perang. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah Israel.
Laporan itu menyimpulkan bahwa para ahli di tubuh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) lebih banyak berupaya menyembunyikan fakta ketimbang menangani krisis yang terjadi.