Jairo Riedewald Ternyata Sulit Dinaturalisasi, Erick Thohir Beberkan Penyebabnya
Erick Thohir, Ketua PSSI, mengungkapkan informasi terkini mengenai rencana menaturalisasi Jairo Riedewald, gelandang dari Royal Antwerp.
Erick Thohir, selaku Ketua PSSI, memberikan informasi terbaru mengenai rencana untuk menaturalisasi Jairo Riedewald, gelandang dari Royal Antwerp yang bermain di Liga Belgia, untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Setelah dilatih oleh Patrick Kluivert, Jairo Riedewald menunjukkan ketertarikan untuk mengenakan jersey Merah Putih. Namun, ada satu tantangan yang harus dihadapi, yaitu Jairo Riedewald pernah bermain untuk Timnas Belanda. Dia telah tampil tiga kali untuk negara asalnya tersebut pada bulan September 2015 saat berusia 19 dan 20 tahun.
Kondisi ini dapat menjadi hambatan dalam proses perpindahan federasi Jairo Riedewald dari Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI, karena FIFA mungkin tidak akan menyetujui langkah tersebut. Sebagai informasi tambahan, proses naturalisasi pemain yang pernah memperkuat tim nasional lain memang memiliki regulasi yang ketat.
Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil oleh PSSI harus sangat hati-hati agar tidak melanggar ketentuan yang ada. Situasi ini menuntut adanya strategi yang matang agar Jairo Riedewald dapat resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Berdiskusi dengan pengacara
Erick Thohir mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan konsultasi dengan beberapa pengacara untuk menemukan solusi sebelum menaturalisasi Jairo Riedewald demi Timnas Indonesia. Ia mencermati bahwa masalah yang dihadapi Jairo Riedewald memiliki kesamaan dengan situasi saat PSSI berusaha memproses peralihan asosiasi Maarten Paes, yang pernah tampil dalam enam pertandingan untuk Timnas Belanda U-21 antara tahun 2018 hingga 2021, di FIFA.
"Untuk Jairo Riedewald, sepertinya surat-menyuratnya belum bisa sempurna karena kalau kita ingat dulu kendalanya seperti Maarten Paes, juga nyaris delapan bulan."
Tidak ingin ditolak oleh FIFA
Erick Thohir menjelaskan bahwa Jairo Riedewald telah diterima dengan baik, namun proses surat-menyurat yang diperlukan masih belum solid. "Kami sudah berdiskusi dengan beberapa lawyer, tapi belum ketemu," ungkapnya.
Dia menekankan pentingnya kejelasan dalam pengajuan kepada FIFA agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. "Kami tidak mau nanti pengajuan kami ke FIFA ditolak akhirnya FIFA tidak percaya lagi kepada kami seakan-akan kami memaksakan," tambahnya.
Lebih lanjut, Erick menyatakan bahwa hingga saat ini, mereka belum menemukan klausul yang memungkinkan Jairo Riedewald untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Belum bisa. Sampai hari ini kami belum menemukan klausul yang bisa membuat Jairo Riedewald membela Timnas Indonesia. Detailnya banyak sekali. Itu urusan lawyer," jelasnya. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya proses hukum yang harus dilalui untuk mendapatkan kepastian mengenai status pemain tersebut.