Heboh! Piala Presiden 2025 Bakal Hadirkan 4 Klub Eropa Plus Persib, ini Daftar Pesertanya
Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengungkapkan bahwa Piala Presiden akan diselenggarakan sebagai turnamen pramusim untuk Liga 1.
Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), memberikan penjelasan mengenai konsep Piala Presiden yang akan kembali diselenggarakan sebagai turnamen pramusim untuk Liga 1. Ia menyatakan bahwa Piala Presiden 2025 diperkirakan akan diikuti oleh delapan tim, termasuk juara BRI Liga 1 2024/2025, yaitu Persib Bandung.
Selain itu, tujuh peserta lainnya akan terdiri dari tiga klub asal Indonesia dan empat tim dari Eropa yang akan diperkuat oleh pemain-pemain Timnas Indonesia yang bermain di luar negeri.
"Bocoran terakhir, klub-klub yang akan ikut masih bidding. Yang jelas, rencananya klub juara BRI Liga 1 akan ikut," ucap Ferry. Dengan demikian, turnamen ini diharapkan dapat menarik perhatian dan meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola di Indonesia.
Jumlah Peserta Dapat Berkurang Menjadi 6
Jumlah peserta yang akan berpartisipasi dalam Piala Presiden 2025 masih belum ditentukan secara pasti. Ferry menyatakan bahwa kemungkinan turnamen tersebut hanya diikuti oleh enam tim. "Jadi, rencananya ada empat klub lokal dan empat tim asing. Tapi, formula peserta belum bisa dipastikan. Tidak menutup kemungkinan hanya enam tim yang ikut," jelasnya.
Menurut Ferry, tujuan awal dari turnamen ini adalah untuk memaksimalkan eksposur pemain-pemain yang bermain di luar negeri agar dapat diperkenalkan kepada klub-klub di Indonesia. "Ide awalnya adalah memaksimalkan pemain-pemain abroad untuk diperkenalkan klubnya di sini. PSSI juga ingin memperkenalkan semua pemain abroad dari Eropa ke Indonesia," lanjutnya.
Oxford United dan NEC Nijmegen
Ferry memberikan contoh mengenai Oxford United, sebuah klub yang berkompetisi di Liga Inggris tingkat kedua, yang memiliki pemain Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Di Eredivisie, NEC Nijmegen juga memiliki Calvin Verdonk dalam skuadnya.
"Update perkembangannya belum dapat lagi," ucap Ferry.
Dia menambahkan, "Saya pikir, untuk Piala Presiden, kami hanya berfungsi sebagai penyelenggara. Namun, leading sector tetap berada di tangan PSSI dan keputusan akhir ada pada PSSI," ungkap mantan Direktur Persija Jakarta tersebut.