Bukan Cuma Matheus Cunha! Ini 7 Target Lain Ruben Amorim untuk Membuat MU Bangkit
Proses transfer di bursa musim panas 2025 akan menjadi faktor penting dalam usaha Manchester United (MU) untuk bangkit di musim yang akan datang.
Musim yang kurang menggembirakan bagi Manchester United (MU) semakin meningkatkan harapan terhadap Ruben Amorim. Meskipun hampir mencapai kesepakatan untuk mendatangkan penyerang Wolves, Matheus Cunha, legenda Premier League Alan Shearer berpendapat bahwa kehadiran satu pemain saja tidak akan cukup untuk mengubah keadaan The Red Devils.
Musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling buruk dalam sejarah Premier League bagi MU. Dengan hanya mencetak 38 gol dalam 33 pertandingan, MU berisiko mencatatkan rekor gol terendah mereka selama era Premier League, melebihi catatan musim terakhir Louis van Gaal yang hanya menghasilkan 49 gol pada musim 2015/2016.
Kondisi tim saat ini tidak mencerminkan sebuah tim yang kompetitif. MU telah tersingkir dari Piala FA oleh Fulham dan mengalami kegagalan di Carabao Cup setelah disingkirkan oleh Tottenham. Di ajang Premier League, posisi mereka berada di papan tengah, jauh dari persaingan untuk meraih gelar juara maupun zona Liga Champions. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan kejayaan klub yang pernah berjaya ini.
Matheus Cunha Bukan Satu-satunya Pilihan
Saat ini, Manchester United dilaporkan sedang dalam proses menjalin kesepakatan untuk merekrut Matheus Cunha, yang merupakan pencetak gol terbanyak untuk tim Wolves musim ini. Meskipun demikian, Alan Shearer berpendapat bahwa kedatangan Cunha bukanlah solusi yang cukup untuk masalah yang dihadapi tim. "Cunha tidak akan mengubah keadaan Manchester United sendirian -- mereka butuh enam atau tujuh pemain lagi di luar itu," ungkap Shearer kepada Betfair.
Shearer mengakui bahwa Cunha adalah pemain yang berbakat dan bahkan menyebutnya sebagai sosok maverick, yang berarti pemain dengan karakter yang unik dan memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun, Alan Shearer menekankan pentingnya melakukan revolusi besar di Old Trafford agar Manchester United dapat kembali bersaing di level tertinggi dalam kompetisi Inggris. Dengan kata lain, tidak cukup hanya mengandalkan satu pemain untuk mengubah nasib tim, melainkan perlu adanya perombakan yang lebih menyeluruh dalam skuad.
Ruben Amorim Menghadapi Tantangan Besar
Ruben Amorim, pelatih yang saat ini menangani Sporting CP, diyakini mengagumi Matheus Cunha. Setelah pertandingan antara United dan Wolves, mereka terlihat berdiskusi baik di Molineux maupun di Old Trafford.
Namun, jika Amorim benar-benar mengambil alih posisi manajer di United, ia akan menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi kualitas skuad yang ada, keterbatasan dana, serta regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR). Meskipun kabar beredar bahwa MU siap mengaktifkan klausul pelepasan Cunha yang bernilai 62,5 juta pound, klub harus tetap berhati-hati dalam pengeluaran mereka.
Selain itu, United juga dikaitkan dengan beberapa pemain lainnya. Pemain-pemain tersebut antara lain Victor Osimhen dari Napoli, Xavi Simons dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig, Eberechi Eze dari Crystal Palace, serta Antoine Semenyo dari Bournemouth. Dengan banyaknya opsi pemain yang tersedia, Amorim harus cermat dalam memilih untuk memperkuat timnya.
Melepas Beberapa Pemain
Untuk mendanai pembelian besar-besaran, Manchester United mungkin harus melepaskan beberapa pemain dari akademi mereka. Penjualan pemain seperti Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo bisa memberikan keuntungan bersih karena keduanya berstatus sebagai pemain 'homegrown'.
Langkah serupa telah diambil sebelumnya ketika United menjual Scott McTominay ke Napoli pada musim panas lalu. Strategi ini bisa diimplementasikan kembali untuk menghindari pelanggaran terhadap peraturan Sustainability Regulation (PSR) dan mendukung rencana pembaruan skuad yang sedang berlangsung.
Perjalanan yang Panjang
Manchester United saat ini masih berjuang di kompetisi Eropa dan akan bertanding melawan Athletic Bilbao di semifinal Liga Europa. Meraih kemenangan dalam turnamen ini sangat penting karena akan memastikan mereka mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan, yang menjadi elemen krusial bagi kelangsungan proyek yang dipimpin oleh Ruben Amorim.
Dengan banyaknya kelemahan dalam skuad dan situasi keuangan yang sulit, Ruben Amorim, jika resmi bergabung, akan memerlukan lebih dari sekadar bakat. Dia juga membutuhkan dukungan yang signifikan dari manajemen serta kesabaran dari para penggemar.
Sumber: Daily Mail