Begini Pesan Pelatih yang Bawa Persib Juara ISL 2014 untuk Timnas Indonesia Jika Ingin Kalahkan Bahrain
Timnas Indonesia perlu segera move on dari kekalahan yang menyakitkan melawan Australia. Pertandingan melawan Bahrain sudah dekat dan akan menjadi tantangan.
Timnas Indonesia perlu segera melupakan kekalahan yang menyakitkan dari Australia. Pertandingan melawan Bahrain sudah menanti dan bukanlah tugas yang mudah. Baru-baru ini, Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-5 saat bertandang ke Sydney Football Stadium pada Kamis, 20 Maret 2025. Namun, kini Timnas Indonesia harus bersiap menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa, 25 Maret 2025. Selain itu, laga melawan Bahrain diprediksi akan berlangsung ketat, seperti saat kedua tim bertemu di Riffa, di mana mereka bermain imbang 2-2.
Menjelang pertandingan ini, Ole Romeny dan rekan-rekan harus mempersiapkan mental yang tangguh. Hal ini diungkapkan oleh mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman. "Harapan publik sepak bola Indonesia tentu ingin kemenangan menggantikan hasil minor di Australia. Kekalahan itu sangat telak dan kita semua, termasuk pemain, tidak menduga akan kalah sebanyak itu," kata Djanur kepada Bola.com pada Senin malam, 24 Maret 2025.
"Faktor mental akan menjadi problem tersendiri. Apakah dengan waktu singkat pemain akan move on, bangkit dan bisa melupakannya? Kalau bisa, Insyaallah kita bisa berbuat banyak dalam pertandingan melawan Bahrain," tambahnya.
Kesempatan untuk Menang Sangat Besar
Pada pertemuan pertama melawan Bahrain, pelatih yang akrab disapa Djanur menyatakan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan dalam pertandingan kali ini sangat besar. Ia menekankan bahwa semua pemain harus bekerja keras dan bermain secara solid di sepanjang laga, baik dalam bertahan maupun menyerang. Meskipun Timnas Indonesia akan bermain di depan pendukungnya sendiri, Djanur mengingatkan bahwa Bahrain bisa menjadi lawan yang menyulitkan. Berdasarkan penampilan mereka saat melawan Jepang, Bahrain menunjukkan kemampuan yang patut diwaspadai.
"Satu yang pasti, karena kita ingin memenangkan pertandingan, maka tentu harus bermain menyerang. Namun, menyerang seperti apa? Semua pemain harus tampil solid, baik saat bertahan maupun menyerang, karena lawan kali ini, meski kalah dari Jepang, mereka tampil ngotot dan cukup merepotkan Jepang," ujarnya.
Ia menambahkan, "Itu yang harus diantisipasi. Jangan sampai para pemain Timnas Indonesia terlalu percaya diri meski bermain di kandang sendiri. Melihat permainan Bahrain ketika menghadapi Jepang, kita harus tetap waspada dan tidak membabi buta dalam melakukan penyerangan sehingga meninggalkan lubang di pertahanan yang bisa dimanfaatkan lawan."
Dengan kata lain, Djanur menekankan pentingnya kewaspadaan dan strategi yang matang agar Timnas Indonesia tidak terjebak dalam permainan yang bisa membahayakan mereka. Keberanian dalam menyerang harus diimbangi dengan pertahanan yang kokoh agar peluang untuk menang semakin besar.
Lupakan Kekalahan dari Australia
Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Bahrain menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh masyarakat Indonesia. Hal ini semakin menarik perhatian karena ada kontroversi yang terjadi pada pertemuan sebelumnya. Pelatih yang sebelumnya melatih Gresik United di Liga 2 itu memberikan pesan kepada seluruh pemain Tim Garuda untuk menunjukkan performa yang efektif sepanjang pertandingan.
"Lupakan kekalahan saat melawan Australia, munculkan kepercayaan diri karena kita bermain di kandang, dan akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia," ungkap Djanur.
Ia menekankan pentingnya untuk bermain kompak dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. "Intinya untuk pertandingan melawan Bahrain, harus mau ekstra kerja keras agar bisa meraih kemenangan," tambahnya.